PDIP Minta Herzaky Demokrat Minta Maaf Lantaran Singgung Megawati

·Bacaan 2 menit
Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Selatan, Wanto Sugito. (Foto: Dokumentasi PDIP).

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Selatan, Wanto Sugito mengatakan tersinggung dengan pernyataan Juru Bicara Demokrat Herzaky Mahendra Putra yang menyinggung Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri dalam konferensi pers Minggu 3 Oktober 2021.

"Sebagai kader banteng saya sangat tersinggung dengan pernyataan saudara Herzaky, Jubir Demokrat. Selain ngawur, Herzaky tidak paham siatem politik saat itu, di mana MPR RI kedudukannya sebagai lembaga tertinggi. MPR itu terdiri dari DPR RI dan DPD RI. Jadi kalau mau main tuduh, harusnya ke Amien Rais, bukan ke Ibu Megawati," kata dia dalam keterangannya, Selasa (5/9/2021).

Wanto meminta agar Herzaky meminta maaf kepada Megawati dan PDIP, lantaran menurutnya sudah menyentuh harkat dan martabat Ketua Umumnya.

"Saya berikan waktu kepada saudara Herzaky untuk meminta maaf. Jika tidak, maka karma politik akan terus melanda Demokrat," kata dia.

Bahkan, Wanto meminta Herzaky meminta mempertanyakan hal tersebut kepada Amien Rais langsung selaku Ketua MPR kala itu.

Menurutnya, antara Megawati dan almarhhum Gus Dur terjalin rasa persahabatan, sehingga jangan dipecah belah akibat urusan politik. "Sebaiknya Demokrat konsolidasikan saja internalnya daripada campur tangan ke partai lain," kata dia.

Wanto mengingatkan, agar Demokrat tak menebar fitnah. Bahkan, dia mengingatkan bahwa PDIP selalu memegang prinsip Satyam Eva Jayate.

"Yang artinya, kebenaran akan menang pada akhirnya," kata Wanto.

Pernyataan Demokrat

Sebelumnya, Juru Bicara Demokrat Herzaky Mahendara Putra dalam konferensi persnya mengatakan bahwa berdirinya Demokrat lantaran ada pemilihan Cawapres bagi Megawati. Saat itu dihadapkan dengan dua pilihan antara SBY dan Hamzah Haz.

Saat itu, Herzaky menyebut posisi Megawati menjadi Presiden lantaran telah menggulingkan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari posisi orang nomor satu.

"Bahwa Partai Demokrat ini berdiri dimulai pada saat ketika Bapak SBY waktu itu di MPR, di MPR ketika ada pemilihan wakil Presiden. Dari Ibu Megawati yang baru saja menggulingkan Bapak Gus Dur. Ketika itu ada calon wakil presiden. Ada dua, satu Pak Hamzah Haz dan satu Pak SBY," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel