PDIP Pertanyakan Pernyataan Surya Paloh untuk Jokowi atau Tidak

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Nasdem Surya Paloh kembali menuai sorotan. Kali ini terkait pernyataannya dalam pembukaan kongres partainya, Jumat 8 November 2019.

Politikus PDIP Deddy Yevri Sitorus menyebut tujuan dan latar belakang Surya menyampaikan hal tersebut, sampai sekarang belum jelas.

"Pernyataan Pak Surya Paloh itu harus dilihat dalam konteks manuver politik, yang tujuan dan latar belakangnya kita tidak tahu," kata Deddy kepada Liputan6.com, Sabtu (9/11/2019).

Dia mengingatkan, yang terang-terangan mempersoalkan pertemuan Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman adalah Presiden Jokowi sendiri, saat HUT Golkar.

"Satu-satunya yang mempersoalkan 'pelukan ala Teletubbies' itu hanya Presiden Jokowi, dan dilakukan dalam forum terbuka dan di hadapan beliau langsung. Jadi kami tidak mengerti apakah statemen itu ditujukan kepada Presiden atau bukan," ungkap Deddy.

Anggota Komisi VI DPR RI ini memandang secara pribadi, pelukan dan pernyataan Surya adalah upaya membangun suatu skenario politik tertentu.

"Pelukan dan pernyataan Pak Surya Paloh menurut saya pribadi adalah upaya membangun suatu skenario politik tertentu, yang merupakan hal yang biasa saja dalam dunia politik dan tidak perlu dipersoalkan," tegas Deddy.

Dia memandang secara pribadi, manuver politik Surya kemungkinan besar untuk Pemilu 2024 dengan sosok Anies Baswedannya.

"Saya lebih condong melihat manuver Pak Surya Paloh itu sebagai sebuah orkestrasi opini untuk merebut ruang publik. Orkestrasi untuk apa, kemungkinan besar terkait pemilu 2024 karena ada 'penyisipan' Anies Baswedan dalam tarian politiknya selama dua bulan terakhir," pungkas Deddy.

Pidato Surya Paloh

Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh memberi pidato saat Rakernas IV Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11). Jokowi secara resmi ditetapkan menjadi calon presiden dari Partai Nasdem untuk Pilpres 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mencurahkan isi hatinya setelah disindir usai pelukan dan silaturahmi dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Paloh menilai, bentuk kecurigaan itu merupakan diskursus paling picik. Sebab, rangkulan dan silaturahmi dengan kawan sebangsa dimaknai dengan tafsir dan kecurigaan.

Menurut Paloh, cara pandang demikian paradoks. Sebab, nilai demokrasi yang berkembang begitu liberal tetapi praktiknya sangat konservatif.

Paloh juga menyindir partai yang paling merasa pancasilais tetapi penuh sinis dan curiga terhadap Nasdem. Paloh tak mengungkapkan siapa yang sebetulnya partai yang dia sindir. Dia berdalih, pihak yang dia sebut penuh curiga itu seperti angin.

"Yang mencurigai Nasdem ya kita enggak tahu, tapi pasti ada bagaikan angin yang terasa di tangan saya. Enggak bisa tangkap dia, enggak terlihat tapi ada perasaan saja," tukasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: