PDIP Siapkan Tim Hukum Hambit Bintih

Jakarta (Antara) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan siap memberikan tim penasehat hukum kepada Bupati Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah, Hambit Bintih, yang menjadi tersangka kasus suap terhadap Ketua MK non-aktif Akil Mochtar dalam sengketa pemilihan kepala daerah setempat.

"Jika diminta, tentu kami siap. Tapi sampai hari ini dia belum meminta bantuan dari partai, mungkin dia sudah mempunyai tim hukum sendiri," kata Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, selepas diskusi diskusi "Perempuan dan Peradaban Indonesia" di Gedung DPP PDI-P Jakarta, Rabu.

PDI Perjuangan, lanjut Puan, akan terus memantau proses hukum yang akan dijalani bupati petahana yang sedang menghadapi sidang perselisihan hasil pilkada Gunung Mas 2013 di MK dengan tuduhan politik uang.

"Tapi jika yang bersangkutan tidak menginginkan advokasi dari partai karena sudah punya pengacara sendiri, kami persilakan berproses dengan caranya," katanya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu menambahkan Hambit belum dipecat dari partai berlambang banteng itu karena partai menganut azas praduga tak-bersalah.

"Masalah ini sebenarnya masalah individu, bukan Mahkamah Konstitusinya. Hakim-hakim di MK harus dikaji, siapa orangnya, bagaimana integritas, dan independensinya," kata Puan.

KPK menetapkan Akil Mochtar sebagai tersangka penerima suap Pilkada kabupaten Gunung Mas dan Lebak bersama dengan sejumlah tersangka lain.

Tersangka lain yang diduga menerima suap dalam perkara pilkada Kabupaten Gunung Mas adalah Chairun Nisa, sedangkan pemberi adalah Bupati Gunung Mas Hambit Bintih dan Cornelis Nalau dari pihak swasta.

KPK menyita uang senilai 284.050 dolar Singapura dan 22.000 dolar AS yang dimasukkan dalam beberapa amplop cokelat dengan total uang yang dihitung dalam rupiah mencapai Rp3 miliar saat dilakukan penangkapan di rumah Akil.

Sedangkan dalam kasus sengketa Pilkada Lebak, Akil Mochtar dan Susi Tur Handayani menjadi tersangka sebagai penerima suap, sementara Tubagus Chaery Wardhana dan kawan-kawan selaku pemberi suap.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.