PDIP: Soekarno bukan seorang Marxis

MERDEKA.COM. Wasekjen PDIP Ahmad Basyarah membantah jika Soekarno dikatakan sebagai seorang Marxis. Dia bahkan menyebut pandangan tersebut berdasar pada fakta ahistoris.

"Kalau dikatakan Soekarno seorang Marxis, saya kira itu adalah fakta yang bisa dikatakan ahistoris," ujar Basyarah dalam acara peringatan HUT ke-6 Baitul Muslimin Indonesia (BMI) di Pancoran, Jakarta, Jumat (29/3).

Basyarah menegaskan, sepanjang hidup Soekarno dilalui sebagai seorang muslim. Menurut dia, semangat nasionalisme yang didengungkan Soekarno didasarkan pada ajaran Islam.

Selain itu, Basyarah menyebut Soekarno merupakan tokoh yang mampu mengamalkan ajaran Islam dalam konsep kenegaraan. Bahkan, menurut dia, Soekarno merupakan sosok sintesis antara Islam dengan nasionalisme.

"Bahkan saat Soekarno meninggal, dia meminta keranda jenazahnya diselimuti dengan panji-panji Muhammadiyah. Dan saya kira, NU tidak pernah mencabut gelar bagi Soekarno sebagai Waliyul Amri Addhoruri bi Shaukati," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.