PDIP Surabaya Kian Milenial, Kok Bisa?

Liputan6.com, Surabaya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kian mantap memposisikan diri sebagai partai milenial. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surabaya merekrut anak-anak muda dan kaum perempuan secara masif menjelang pelaksanaan Pilkada Surabaya pada 23 September mendatang.

Anak-anak muda akan direkrut ke dalam jajaran kepengurusan anak ranting atau tingkat RW, ranting kelurahan, serta pengurus anak cabang (PAC) level kelurahan. Rekrutmen itu berlandaskan Peraturan PDI Perjuangan Nomor 9/2019 yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto, mengenai ketentuan rekrutmen kepengurusan di tingkat anak ranting, ranting, dan PAC PDIP harus memberi ruang bagi anak-anak muda.

“Jadi, susunan kepengurusan PDIP bisa memiliki chemistry menarik antara kader senior berpengalaman dengan anak-anak muda energik, sadar teknologi, dan mewakili semangat zaman," ujar Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDIP Surabaya, seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (16/1/2020).

Selain di struktur pengurus kepartaian, PDIP juga memiliki organ-organ khas anak-anak muda, seperti Taruna Merah Putih, Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi), dan BMI (Banteng Muda Indonesia).

Menurut Adi, keterlibatan anak-anak muda bisa berdampak nyata bagi masyarakat, Tidak hanya itu, kaum milenial bisa terlibat langsung mewujudkan kebijakan yang membuat Surabaya dan anak mudanya semakin hebat.

Ia juga sudah menyosialisasikan perihal pembaruan kepengurusan dengan nilai-nilai Pancasila sehingga pengambilan keputusan tidak lagi mengenal voting.

“Pengambilan keputusan hanya melalui musyawarah mufakat,” ucapnya.

PDIP Surabaya juga sudah membuat poster sosialisasi yang khas milenial untuk menyosialisasikan rekrutmen itu. Seluruh proses rekrutmen sampai pemberkasan akan ditangani anak muda.

Selain kaum milenial, PDIP Surabaya juga membuka pintu bagi perempuan untuk bergabung. Berkaca pada Pilkada 2010, partai ini berhasil mengusung Risma menjadi wali kota perempuan pertama di Surabaya.