PDIP Tabur Bunga untuk Awak KRI Nanggala 402, Koster: Beri Penghormatan

·Bacaan 2 menit
KRI Nanggala-402. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta DPD PDIP Bali menggelar tabur bunga di Labuhan Lalang, lokasi yang berdekatan dengan tenggelamnya KRI Nanggala 402 untuk menghormati para prajurit yang gugur.

Adapun upacara tabur bunga merupakan perintah langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Prosesi ini pun langsung dipimpin Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster.

"Doa dan tabur bunga dilaksanakan untuk memberikan penghormatan kepada seluruh awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 atas dedikasinya menjaga kedaulatan NKRI, berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Koster, Senin (26/4/2021).

Sementara di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya mendorong kepada Pemerintah untuk memberikan penghargaan kepada para patriot bangsa tersebut yang telah gugur ketika menjalankan tugas negara. Serta memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Kami akan mengusulkan langsung kepada Bapak Presiden Joko Widodo. Semangat kepeloporan dan pengabdian awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 akan menjadi contoh dan teladan bagi kita semua, khususnya kami di PDI Perjuangan, dalam menjalankan tugas dan kewajiban demi Indonesia Raya," kata dia.

Duka Mendalam

PDIP menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402. Kapal tersebut dikabarkan hilang kontak sebelum akhirnya dinyatakan tenggelam.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyatakan seluruh anak buah kapal selam KRI Nanggala 402 telah menunjukkan pengabdian paripurna sebagai patriot bangsa.

"Tiga hari terakhir ini, Ibu Megawati Soekarnoputri terus berzikir, mendoakan agar seluruh pencarian KRI Nanggala berjalan lancar, dan hingga akhirnya disampaikan pengumuman oleh Panglima TNI bahwa mereka telah gugur ketika menyalankan tugas," kata Hasto pada wartawan, Senin (26/4/2021).

Megawati meminta Hasto dan para kader PDIP di Bali untuk mengadakan upacara tabur bunga.

"Ibu Megawati begitu sedih dan sangat memahami apa yang dirasakan oleh keluarga, karena beliau sendiri pernah mengalami. Bahkan terkait detail dalam kapal selam Beliau juga paham, karena ketika sebagai Presiden, menerima kehormatan Brevet Hiu Kencana yang disematkan di dalam kapal selam," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: