PDIP Tak Sudi Program Jokowi Disamakan dengan Foke

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan yang menyebut Gubernur DKI Jokowi hanya meniru program yang pernah disusun mantan Gubernur DKI Fauzi 'Foke' Bowo, mendapat reaksi keras dari Fraksi PDIP DPRD DKI.

Menurut Wakil Sekretaris Fraksi PDIP, Dwi Rio Sambodo, program-program yang ditawarkan Jokowi untuk pembangunan Jakarta melalui RAPBD DKI 2013, sangat kental dengan muatan terobosan.

"Bahkan dapat dikatakan keluar dari pola-pola pembangunan yang biasa-biasa saja. Alias menyandarkan pada filosofi memanusiakan manusia dengan metode super persuasif," tegas Rio dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Minggu (30/12/2012).

Anggota Komisi E DPRD DKI ini pun tak sependapat jika program Kartu Jakarta Sehat (KJS) disamakan dengan program Jamkesda DKI era Foke.

"KJS membuat warga tak lagi rumit mengurus SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) setiap kali berobat. Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga untuk siswa yang rentan dan miskin, yang di sisi lain ditopang BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) untuk sekolah negeri dan swasta dari SD sampai SLTA," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan mengatakan program yang disusun oleh Gubernur DKI Jakarta Jokowi hanya meniru program yang pernah disusun oleh mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo.

Contohnya, Kartu Jakarta Pintar (KJP), yang menurutnya hanya berganti nama saja karena anggarannya diambil dari dana rawan siswa putus sekolah yang telah dilaksanakan Pemprov DKI selama empat tahun terakhir ini. Kemudian Kartu Jakarta Sehat (KJS) merupakan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang telah lama dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.