PDIP Yasinan untuk KRI Nanggala 402 dan Brigjen Putu Danny

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 3 menit

VIVA – Dua peristiwa yang hampir bersamaan, melanda Tanah Air beberapa pekan ini. Yakni tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali, dan meninggalnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen Putu Danny, yang ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Untuk mendoakan 53 kru di KRI Nanggala 402 dan gugurnya Brigjen Putu Danny tersebut, DPP PDI Perjuangan, menggelar tahlilan dan yasinan. Ini sudah menjadi perintah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, agar jajaran partai menyelenggarakan tahlilan dan yasinan untuk para prajurit TNI yang gugur dalam tugasnya.

Tahlilan dan yasinan digelar di kantor pusat DPP PDIP, Jalanan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis 29 April 2021 malam.

Baca juga: Amien Rais Deklarasikan Partai Ummat, Ini Susunan Pengurusnya

Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah hadir mewakili jajaran pengurus pusat partai. Bersamanya, hadir juga Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDIP Aria Bima.

Tahlilan dan yasinan dipimpin oleh KH Muhammad Nur Hayid yang akrab disapa Gus Hayid, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (NU), yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Skill Jakarta.

Sebelum doa dan yasinan tersebut dilaksanakan, Ahmad Basarah membacakan bait lagu 'Gugur Bunga' karangan Ismail Marzuki, untuk mengenang para prajurit yang gugur dalam tugasnya tersebut.

"Telah gugur pahlawanku, tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu, tanah air jaya sakti,".

Basarah sekaligus menyampaikan salam duka cita mendalam dari Megawati Soekarnoputri, kepada ketiga matra angkatan TNI yang sedang berduka. Juga kepada keluarga besar para prajurit yang gugur, Megawati menyampaikan dukacita.

"Ibu Megawati mendoakan agar semua arwah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkannya tetap diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Basarah.

"Bu Mega tetap memberi semangat kepada TNI dimanapun berada, agar tetap setia, berdiri tegak, dengan kepala tegak, dan kokoh, untuk terus menjaga kedaulatan NKRI yang kita cintai bersama ini," tambahnya.

Sejumlah santri juga diikutkan, untuk berdoa bersama di gedung DPP PDIP. Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 tetap diberlakukan, yakni semua peserta dites. Acara diikuti juga secara virtual melalui saluran TV DPP PDIP di aku media sosial partai. Diikuti juga secara virtual oleh seluruh jaringan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di seantero Nusantara.

Kata Basarah, PDIP mendedikasikan doa ini untuk tiga hal. Pertama adalah 53 prajurit TNI AL yang gugur dalam tugasnya di KRI Nanggala 402. Kedua adalah mantan Kabinda Papua, Brigjen (TNI) Gusti Putu Danny Nugraha.

Dan ketiga, kepada para prajurit TNI lainnya dan pejuang kusuma bangsa lainnya yang telah lebih dulu gugur dalam tugasnya.

"Semoga dengan doa yang dipanjatkan, baik oleh jemaah yang hadir ataupun yang hadir secara virtual, atau doa masyarakat Indonesia lainnya yang juga memiliki keinginan sama, agar arwah para pejuang ini diterima di sisi terbaik Allah SWT, diampunkan segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dan ketabahan," urai Basarah.

Terpisah, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo, yang mengatakan negara akan membangun rumah untuk para istri dari awak KRI Nanggala-402 yang gugur saat bertugas.

Begitupun dengan janji Presiden Jokowi soal pendidikan anak-anak para pejuang yang telah gugur itu. Serta kenaikan pangkat satu tingkat.

"Semoga perhatian yang diberikan pemerintah bisa meringankan beban para keluarga korban awak KRI Nanggala-402," kata Hasto.