PDS: Gereja di Singkil Ditutup, Langgar Hak Asasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terkait penutupan sejumlah gereja di Kabupaten Aceh Singkil, Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS), Denny Tewu  mengatakan siap memediasi terhadap ketidakadilan yang dialami jemaat di sana.

“Jemaat di sana beribadah di tempat yang tidak layak, dan itu pun sudah disegel. Melihat keadaan mereka dari dekat seperti hidup di alam penjajahan,” tukas Denny Tewu, Senin (11/6/2012).
 
Denny menyebutkan ketidakadilan dan pelanggaran Hak Asasi jemaat sebagai manusia merdeka sedang terjadi, karena penutupan sejumlah Gereja di Kabupaten Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam.  

Menurutnya, 16 Gereja dan 1 tempat ibadah kelompok kepercayaan ‘Parmalim’ yang ditutup karena adanya tekanan dari ormas tertentu yang cukup dominan untuk mempengaruhi Pemda setempat melakukan penyegelan dengan alasan tidak ada IMB dengan dasar SKB 2 Menteri, Peraturan Gubernur NAD dan Qanun Singkil.

“Padahal gereja di sana sudah berdiri sejak tahun 50-an dan Gereja Katolik sejak tahun 70-an,”  tukasnya.

Denny menambahkan sejauh ini tidak ada solusi atas permasalahan ini sebab, setiap pertemuan selalu ada pemaksaan kehendak secara sepihak dan mereka tidak diperlakukan secara adil.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.