Pebasket Autisme Ini Aktif Menjembatani Hak Disabilitas dan Sukses Menjadi Motivator

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang bintang bola basket, Anthony Ianni, yang didiagnosis dengan Pervasive Developmental Disorder (PDD), yang merupakan spektrum Autisme sejak umur 4 tahun.

Sejak umurnya masih belia, masa depannya seolah telah dibatasi oleh dokter dan spesialis yang menanganinya, dengan memberitahu orang tuanya kalau dirinya tidak mungkin lulus SMA, kuliah atau menjadi atlet kompetitif, dan bahwa ia kemungkinan akan berakhir di lembaga kelompok untuk anak-anak autisme.

Keluarganya sangat terpukul, tetapi mereka bertekad untuk membantunya menjadi sukses apa pun yang terjadi.

Terlepas dari segala rintangan, Ianni lulus dari Michigan State University dengan gelar Sosiologi, tempat ia meraih karir bermain basket di Divisi 1. Ia telah memenangkan berbagai penghargaan selama menjadi pemain bola basket. Ia menjuarai Big Ten Conference dua kali, juara Big Ten Tournament, dan merupakan anggota the 2010 Final Four Team. Ia juga memenangkan penghargaan the 2011 Tim Bograkos Walk-On award dan the 2012 Unsung Player award.

Jadi motivator dan penulis buku

Arc of Nebraska memulai Senatorial Dinner tahunan 50 tahun yang lalu untuk membantu mendorong para senator terhubung dengan para penyandang disabilitas. Saat itulah mayoritas penyandang disabilitas dipaksa masuk ke institusi dan terputus dari masyarakat. Peristiwa seperti ini adalah bagian penting dari gerakan deinstitusionalisasi.

Kini, Ianni bukan hanya menjadi pemain basket namun juga banyak menginpirasi orang lain dengan kisahnya. Ia pun menjadi motivator dan juga menulis buku mengenai basket dan austisme yang akan terbit pada September 2021.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Video Berikut Ini: