Pebulutangkis Indonesia Mengerikan, PBSI Genjot Pengembangan Atlet

·Bacaan 2 menit

VIVA – Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum ajang bulutangkis BWF World Tour Super 300 Spain Masters 2021 yang diselenggarakan di Huelva, 18-23 Mei. Didominasi para pemain pelapis, tim Garuda mampu menggondol empat gelar juara dan dua runner up.

Gelar juara dipersembahkan Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (ganda putra), Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani (ganda putri), dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (ganda campuran). Sementara posisi runner up diraih Chico Aura Dwi Wardoyo (tunggal putra) dan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani (ganda putra).

Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, bangga dengan pencapaian itu. Sebab, prestasi pebulutangkis Indonesia yang menempatkan enam wakil di final dengan merebut empat gelar juara di ajang internasional, termasuk langka.

"Ini suatu hal yang luar biasa dan sangat membanggakan kita semua. Di Spain Masters kemarin kita memenangkan empat dari lima gelar juara. Dan ini merupakan hasil dari kerja keras kita semua," ujar Agung dikutip VIVA Bulutangkis dari situs resmi PBSI, Kamis 27 Mei 2021.

Agung mengungkapkan, bahwa PBSI saat ini terus melakukan sinergitas semua aspek dalam proses pengembangan atlet-atletnya.

"Kita terus melakukan pemantauan secara intensif kegiatan di pelatnas, memantau juga bagaimana kondisi para atlet, semangatnya dan mood-nya. Kemudian memberikan dukungan, baik dukungan medis, sports science secara khusus, sehingga kita bisa menyiapkan strategi pengembangan atlet dengan menggunakan prinsip-prinsip kaidah sains. Juga mensinergikan upaya pelatihan dengan gizi dan hal-hal spesifik lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan atlet secara individu maupun kelompok," ungkap Agung.

"Pengembangan ini tentunya meliputi seluruh aspek. Pengembangan staminanya, pengembangan mentalnya, dan pengembangan fisiknya. Dan alhamdulillah upaya kami yang dilakukan dalam waktu cukup singkat tersebut itu sudah mulai membuahkan hasil".

"Dan prestasi di Spain Masters ini merupakan hasil yang baik. Mudah-mudahan ini menjadi modal bagi kami untuk bisa mendapatkan hasil yang kurang lebih sama, bahkan kalau bisa lebih baik pada event yang lebih besar," tambah Agung.

Tim Indonesia sudah tiba di Tanah Air pada Selasa 25 Mei sore setelah melakukan perjalanan 30 jam dari Spanyol. Saat ini mereka sedang menjalani isolasi mandiri selama lima hari di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel