Pecahkan rekor nasional, Atina Nur rebut emas lempar lembing PON Papua

·Bacaan 1 menit

Atlet Jawa Tengah Atina Nur Kamil Intan sukses meraih medali emas nomor lempar lembing putri cabang olahraga atletik dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua usai memecahkan rekor nasional.

Bertanding di GOR Mimika Sport Complex, Mimika, Papua, Senin, Atina berhasil melakukan lemparan sejauh 51,26 meter yang memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri 50,46 meter yang dicetak dalam kejuaraan nasional 2019.

Selain memecahkan rekor nasional, Atina juga memecahkan rekor PON milik atlet Bali Ni Ketut Mudiani dengan lemparan sejauh 47,70 meter yang ditorehkan pada PON XV Jawa Timur 2000.

Sementara atlet Jawa Barat Fira Firliana Yuni menyabet medali perak dengan lemparan sejauh 48,70 meter. Dia juga sukses melampaui rekor yang dipegang Ni Ketut Mudiani selama 21 tahun.

Sedangkan medali perunggu disabet oleh atlet DKI Jakarta Siti Nazirah Napis setelah membuat lemparan sejauh 47,19 meter.

Baca juga: Odekta Elvina: Antara pembuktian, prestasi, dan berlari untuk Tuhan

Ditemui usai pertandingan, Atina bersyukur penantiannya selama dua tahun akhirnya terbayarkan dengan medali emas dan pemecahan rekor nasional dan PON.

"Puji syukur akhirnya penantian dua tahun libur pertandingan terbayarkan semua. Alhamdulillah tidak bisa berkata-kata lagi puas Alhamdulillah," kata dia.

Atina mengatakan awalnya dia menargetkan bisa mencatatkan lemparan sejauh 55 meter. Namun target tersebut gagal tercapai. Perempuan 22 tahun itu bangga bisa mempertajam catatan lemparan terbaiknya.

Ini adalah keikutsertaan pertama Atina dalam pesta olahraga multievent nasional empat tahunan.

"Lika liku perjuangan terbayarkan sudah, Alhamdulillah. Ini PON pertama, Alhamdulillah langsung emas, langsung pecah rekor PON dan rekor nasional," kata mahasiswi Universitas Negeri Semarang itu.

Atina mempersembahkan medali emas tersebut untuk orang tua, pelatih, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jawa Tengah dan seluruh masyarakat yang mendukungnya.

Baca juga: Jadwal atletik PON Papua: Enam medali emas diperebutkan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel