Pecat Lurah Karena Pungli, Bobby Nasution Perkuat Reformasi Birokrasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Wali Kota Medan, Bobby Nasution melakukan tindakan tegas dengan mencopot jabatan lurah dan kepala seksi pembangunan Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan, Jumat (23/4/2021) kemarin. Langkah itu lantas mendapat pujian dari masyarakat dan pengamat politik.

Setelah viralnya video sidak dan pencopotan lurah tersebut, masyarakat ramai-ramai mendukung program dan keberanian Bobby Nasution. Lihat saja kolom komentar di akun IG resmi Bobby Nasution. Mayoritas mendukung langkah Bobby memberantas pungli alias pungutan liar yang sangat meresahkan masyarakat.

Pengamat politik dan pemerintahan asal Universitas Sumatera Utara, Indra Fauzan SHI, M. Soc.Sc. PhD angkat bicara. Katanya langkah Bobby tentu sudah dipikirkan dengan cermat dan melengkapi aspek perbaikan tatanan atau reformasi birokrasi.

"Penataan pejabat publik di Medan adalah langkah baik. Ini merupakan wujud dari upaya Walikota memperkuat reformasi birokrasi. Pencopotan lurah itu saya yakini sebagai pesan kepada para pelayan publik agar mengedepankan pelayanan transparan tanpa pungli," papar Indra Fauzan Sabtu (24/4/2021).

Indra Fauzan pun optimis, pencopotan jabatan lurah Sidorame Timur itu akan jadi efek jera bagi pejabat lainnya.

"Itu pesan yang sangat jelas kepada pejabat pelayan publik agar tidak main-main dalam pelayanan administrasi kepada masyarakat," papar dosen Fisipol USU itu.

Masyarakat Jangan Takut Lapor

Wali Kota Medan, Bobby Nasution sidak ke Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan
Wali Kota Medan, Bobby Nasution sidak ke Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan

Soal sidak berujung pencopotan Lurah itu diterangkan Bobby Nasution sebagai bentuk tindak lanjut atas laporan masyarakat langsung kepadanya.

"Sekarang zaman sudah maju, teknologi di mana-mana. Masyarakat bisa langsung melapor kepada saya lewat media sosial saya dan akan saya tangani segera," kata Bobby kemarin saat sidak.

Indra Fauzan pun mendorong agar masyarakat tak takut melaporkan temuan dugaan pungli dan sebagainya langsung kepada wali kota.

"Masyarakat jangan takut, laporkan saja dugaan pungli yang terjadi. Jangan sampai birokrasi tercoreng lantaran ulah seorang dua orang oknum, kepercayaan masyarakat menurun kepada Pemko Medan," lanjut alumni University Kebangsaan Malaysia itu.

Pelajaran Bagi Para Pemimpin

Indra Fauzan yakin aksi pencopotan kepada bawahan yang pungli tak berhenti di Lurah saja.

"Level lebih tinggi juga bakal kena, saya rasa begitu. Jangan sampai jadi cibiran karena pemerintahannya masih baru. Jadi harus terus berkesinambungan," lanjutnya.

Kepada para pejabat publik di lingkungan Pemko Medan, Indra Fauzan juga berpesan agar menjauhi praktek KKN.

"Ini jadi pelajaran penting bagi para pemimpin kita juga bahwa hal-hal bersifat koruptif itu sangat jauh dari visi dan misi wali kota yang mencanangkan sebagai kota zona bebas korupsi. Jadi jajaran pimpinan dan perangkat daerahnya harus mawas diri untuk tidak mempraktekkan perilaku korupsi dan kolusi," papar Indra Fauzan.

(*)