Pecatan Polisi Curi Motor di Surabaya, Terancam Bui 9 Tahun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Angga Febriyanto (34), anggota Polisi yang dipecat yang pernah dinas di Polsek Tenggilis Surabaya, terancam hukuman 9 tahun penjara. Sebabnya, Dia bersama rekannya, Rico Hardian (25) mencuri sepeda motor milik Sri Wahyuningsih (39), di Dukuh Kupang Timur Gang 6 Surabaya, pada Selasa 16 Agustus 2021.

"Iya benar (pelaku mantan anggota Polri)," ujar Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto saat dikonfirmasi, Kamis (19/8/2021).

Kasus tersebut bermula ketika korban lupa untuk mengambil kunci motornya saat terparkir di rumah kos itu.

"Beberapa kemudian pelaku Angga melihat ada kunci di sepeda motor milik korban, saat itu juga pelaku langsung mengambil kunci tersebut," ucap Ristitanto.

Usai mendapatkan sepeda motor curian, Angga menghubungi temannya, Richo melalui WhatsApp (WA). Kemudian dia memberikan kunci sepeda motor ke Richo dengan maksud agar membawa sepeda motor beat milik korban.

"Setelah diambil oleh Richo, Angga menelpon Richo agar menunggu di daerah Suramadu, selanjutnya mereka berdua pergi ke Madura untuk menjualnya," ujar Ristitanto.

Polsek Sawahan ternyata sudah mendapat informasi identitas pelaku curanmor pada Rabu 18 Agustus. Kemudian dilakukan pemantuan. Tak lama setelah itu, pelaku Angga pun ditangkap di kosnya di Dukuh Kupang Timur Gang 10 tepatnya samping kiri Kantor Koramil.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tangkap Rekannya

Selanjutnya, polisi menangkap Richo di kosnya di Dukuh Kupang Barat I Buntu 3 Gang 2 Nomor 5, Surabaya. Kedua pelaku pun dibawa ke Mapolsek Sawahan beserta barang bukti sepeda motor Beat warna putih.

"Keduanya terjerat pasal 363 ayat 3, 4, dan 5 KUHP, ancaman hukuman penjara sembilan tahun," ujar Ristitanto.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel