Pedagang Bunga di Depok Dirampok, Pelaku Mengaku-ngaku Aparat

Lis Yuliawati, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pedagang bunga di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat, menjadi korban perampokan dengan modus pelaku mengaku-ngaku aparat. Akibat aksi pelaku, korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Taufik, korban sekaligus saksi atas kejadian itu mengungkapkan, pelaku melancarkan aksinya seorang diri. Awalnya, pria misterius itu menanyakan tempat jual beli minuman beralkohol.

“Dia ngakunya polisi. Dia minta tolong saya nunjukin yang jual miras (minuman keras) saya enggak mau, nolak, karena di sini (toko bunga) enggak ada yang jaga,” katanya saat ditemui, di lokasi kejadian, Selasa, 9 Maret 2021.

Awalnya, Taufik mencoba melawan, namun nyalinya mendadak ciut lantaran ditodong pistol. “Dia maksa sampai tiga kali sampai ngeluarin pistol,” ujarnya.

Karena takut, Taufik akhirnya hanya bisa pasrah ketika diajak naik motor pelaku dan diturunkan di Jalan Margonda.

“Saya diturunin suruh nunggu 1 jam bilangnya dia mau ke Polres laporan dulu ke Polres ternyata enggak balik-balik lagi. Saya ditinggal,” ujarnya.

Karena merasa ada yang janggal, Taufik kemudian kembali ke toko. Ternyata, sejumlah barang berharga miliknya telah raib digasak pria tersebut.

“Pas saya balik ternyata toko sudah diacak-acak sama dia. Diambil semua, handphone dua, bunga, duit Rp 2,5 juta, gitar butut, sampai tabungan buat anak yatim juga dibawa,” katanya.

Ketika pelaku menjarah barang berharga korban, Jerri, montir bengkel yang berada persis di samping toko bunga, sempat melihat. Namun ia pun tak kuasa menahan karena pelaku mengeluarkan pistol dan borgol.

Peristiwa itu terjadi saat Jalan Juanda sepi beberapa waktu lalu. “Kejadiannya malam, kami lupa hari apa,” kata Jerri dan Taufik.

Kepada Jerri, pelaku mengaku sedang mencari bandar narkoba. “Ngakunya mau penangkapan bandar narkoba, itu yang jaga bunga dibilangnya bandar narkoba sama ganja, aneh juga,” katanya.

Sambil menodongkan pistol, pelaku berbadan gempal itu menghardik Jerri. “Dia bilang, lae jangan ikut-ikutan nanti lae mati juga.”

Takut bercampur panik, Jerri akhirnya memilih pasrah. Ia menutup rapat bengkel. Kasus itu telah dilaporkan korban ke Polres Metro Depok.