Pedagang dan Pengelola Pasar Bantargebang Nyaris Baku Hantam

Hardani Triyoga, Dani (Bekasi)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Keributan antara ratusan pedagang dengan pengelola Pasar Bantargebang pecah, Kamis malam 25 Maret 2021. Para pedagang geram setelah pihak pengelola menutup akses pasar.

"Saat pedagang sudah pulang ke rumah, tiba-tiba akses pasar ditutup tanpa sepengetahuan kami," kata salah seorang pedagang, Arianti, (30), Jumat 26 Maret 2021.

Akibat penutupan itu, terjadi gesekan dan nyaris baku hantam antara pedagang dan pengelola pasar. Para pedagang tidak terima dengan penutupan tersebut. Saling dorong dengan petugas pasar pun terjadi.

Untuk mengantisipasi terjadinya keributan yang lebih meluas, petugas dari Polres Metro Bekasi Kota langsung diterjunkan ke lokasi.

"Kami langsung terjunkan petugas ke lokasi, untuk menghindari terjadinya bentrokan dari kedua kubu, Alhamdulilah semua kondusif," kata Kepala Tim Patriot Polres Metro Bekasi Kota, Aiptu Bambang.

Keributan ini terjadi kata dia, karena pedagang ingin direlokasi tapi menunggu sampai Idul Fitri. "Pedagang meminta relokasi sampai lebaran mendatang," katanya.

Seperti yang diketahui, Pasar Bantargebang tengah direvitalisasi. Untuk memudahkan pembangunan, mereka diminta oleh pengelola pasar untuk berjualan di lokasi yang sudah disediakan tepatnya di lantai 3. Hanya saja, pedagang menganggap tempat relokasi itu belum layak.