Pedagang di Cipta Niaga akui bisa berjualan dengan aman dan nyaman

Pedagang di gedung Cipta Niaga, Kota Tua, Jakarta Barat mengaku bisa berjualan dengan tenang dan aman selama melakukan aktivitas di lokasi tersebut.

"Keuntungannya banyak, tempatnya bersih, aman dan nyaman. Yang penting sekarang, saya tidak kucing-kucingan sama petugas lagi," kata salah satu pedagang nasi dan lauk, Wati di kios kawasan gedung Cipta Niaga, Jakarta Barat, Rabu.

Sebelum pandemi, Wati biasa berdagang di depan Museum Mandiri menggunakan gerobak.

Selama berdagang di sana, dia kerap merasa tidak tenang lantaran harus sembunyi-sembunyi dari pengawasan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Selain itu, tempat dia berdagang berdekatan dengan trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki.

"Kalau sekarang jauh lebih aman walaupun harus bayar biaya sewa Rp1.100.000 kepada pengelola. Yang penting tidak perlu kucing-kucingan lagi," jelas dia.

Hal senada juga dikatakan Buyung.

Pria yang sudah memesan satu kios di kawasan gedung Cipta Niaga ini mengaku senang dengan lokasi kiosnya.

"Di sini tempatnya strategis, tidak terlalu jauh dari tempat wisata. Jadi, wisatawan lebih mudah datang," kata dia.

Lokasi gedung Cipta Niaga tersebut memang berada di dalam kawasan Wisata Kota Tua. Gedung tua bergaya arsitektur Belanda itu berdiri tepat disamping Kafe Batavia.

Pria yang akan berdagang pecel lele dan pecel ayam ini pun mengaku senang dengan fasilitas tersebut.

Kini dia tinggal menunggu pengocokan nama untuk menempatkan kios-kios yang disediakan di kawasan gedung Cipta Niaga.

Dikocok
"Pengocokan dalam waktu dekat katanya. Saya tinggal tunggu saja," jelas dia.

Sebelumnya, Camat Taman Sari, Agus Sulaiman, mengatakan pihaknya tengah berupaya memindahkan seluruh pedagang kaki lima (PKL) ke dua tempat yang telah disediakan yakni lokasi binaan (lokbin) Kota Intan yang dikelola pemerintah dan gedung Cipta Niaga yang dikelola pihak swasta.

"Di Kota Intan ada 457 titik dan di Cipta Niaga ada daya tampung 120 titik," kata Camat Taman Sari, Agus Sulaiman.

Sejauh ini, 272 PKL Kota Tua sudah setuju untuk pindah ke kawasan Kota Intan dan 41 PKL bersedia dipindahkan ke kawasan Cipta Niaga.

Agus mengimbau PKL lainnya bersedia pindah ke lokasi-lokasi binaan agar pusat kuliner Kota Tua bisa terpusat di satu titik.

"Keuntungan yang diterima PKL pun banyak yakni bisa berjualan dengan aman, nyaman dan dipastikan akan ramai karena tempat parkir kendaraan juga akan terpusat di sini," ucap Agus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel