Pedagang hingga Ojek Terdampak PPKM di Jateng Akan Diberi Rp200 Ribu

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku telah menyusun strategi refocusing anggaran pemerintah dan sejumlah organisasi perangkat daerah sudah mengusulkan rencana refocusing itu.

Salah satu yang diusulkan adalah bantuan sosial untuk 133,555 kepala keluarga yang masing-masing akan menerima Rp200 ribu. Bantuan sosial berupa uang itu akan diberikan untuk pedagang, sopir, pengemudi ojek, biaya transporter, dan lainnya.

Ada juga usulan bansos 157.795 UKM yang terdampak COVID-19. Bantuan Dinas Ketahanan Pangan sekitar Rp3,3 miliar untuk petani, Dinas Pertanian memberikan bantuan untuk 5.708 kelompok tani, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengusulkan bantuan produk bahan baku industri bagi 3.500 IKM. Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata mengusulkan bantuan sembako bagi 12.586 pelaku pariwisata yang terdampak PPKM.

“Jadi, kira-kira kita siapkan Rp143,5 miliar. Sudah ada hitungan detilnya, seperti itu," kata Ganjar di kantornya, Semarang, Rabu, 21 Juli 2021.

Ganjar juga telah meminta aparaturnya untuk memastikan bantuan yang sudah terprogram tersalurkan ke masyarakat dengan adanya keputusan perpanjangan PPKM Darurat. Total ada anggaran sebesar Rp418,8 miliar dari APBD Provinsi dan Rp4,7 triliun dari APBN.

"Sudah ada alokasinya. Umpama sisi infrastruktur, ada sumbangan listrik untuk alokasi 15.000 KK. Pembangunan rehab dan distribusi rumah korban bencana alokasi 327 unit. Dari ini saja, ada Rp12,8 miliar, dan saya minta bisa ditambah," katanya.

Ada juga bantuan dari sisi sosial. Total ada Rp381,8 miliar anggaran dari Pemprov Jateng dan Rp2,4 triliun dari anggaran APBN. Dalam anggaran Pemprov, ada tujuh kegiatan di Dinas Kesehatan, DP3AP2AKB, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Biro Kesra.

"Di antaranya untuk program jambanisasi, alat bantu produksi, Kartu Jateng Sejahtera, beasiswa untuk siswa kurang mampu, hibah Kemenag dan lainnya. Sementara anggaran dari pusat itu ada tujuh kegiatan, di antaranya BLT Dana Desa, bansos PKH, BPNT, BST dan bantuan beras untuk 7,6 juta kk," katanya.

Dari sisi ekonomi, ada anggaran total Rp24,1 miliar dari APBD Provinsi dan Rp2,2 triliun dari APBN. Dalam APBD, bantuan diberikan untuk BBM nelayan, asuransi nelayan, paket olahan ikan, cadangan beras, dan bansos paket peternakan.

"Sementara anggaran APBN untuk bantuan produktif usaha mikro, sudah terealisasi sebesar 1,1 juta UKM dengan target 2,8 juta. Masing-masing Rp1,2 juta. Selain itu, ada juga Kartu Prakerja untuk 350.000 orang dan terealisasi 194.718 orang. Ini yang saya maksud harus digas agar segera tersalurkan," katanya.


Teguh Joko Sutrisno/Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel