Pedagang Kecil Akan Dikasih Rp20 Juta, Syaratnya Gampang Banget

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berdasarkan riset terbaru dari International Data Corporation (IDC) dan Cisco, digitalisasi pedagang kecil seperti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat meningkatkan pendapatan negara, di mana setidaknya Produk Domestik Bruto (PDB) bisa bertambah US$160 miliar-US$164 miliar (Rp2.372,6 triliun-Rp2.432 triliun) pada 2024.

Tidak bisa dipungkiri, jika UMKM ingin sukses berjualan maka harus memanfaatkan teknologi digital. Apalagi sejak pandemi COVID-19. Perubahan perilaku konsumen dengan membatasi interaksi fisik dan mengurangi aktivitas di luar rumah terbukti dapat memberi peluang lebih besar kepada UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital.

Baca: Tubuh Jadi Segar Setelah Orgasme, Cobain Deh!

Indonesian E-Commerce Association atau iDEA menyebut keandalan jaringan telekomunikasi berperan penting dalam upaya untuk mendigitalisasi UMKM. Bukan hanya kemampuan dalam memanfaatkan perangkat gawai maupun komputer, tapi juga perlu dipastikan keandalan jaringan telekomunikasi hingga ke pelosok.

Dengan demikian, iDEA melihat pendekatannya harus terintegrasi dari hulu, yakni pelaku UMKM itu sendiri, hingga ke hilir, atau menjual produknya melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) atau e-commerce untuk memudahkan konsumen membeli barang mereka.

Pemerintah pun menargetkan 30 juta dari 64 juta pelaku UMKM bisa go digital atau terintegrasi dalam sistem elektronik pada 2023. Bulan Ramadhan tentu menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah UMKM.

Namun, imbas dari pandemi membuat ruang gerak masyarakat menjadi lebih terbatas karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kebijakan untuk menekan laju penularan Virus Corona COVID-19 ini berdampak pada meredupnya sejumlah sektor ekonomi, di mana menurunnya omzet sejumlah UMKM. Bahkan, sebagian dari mereka terpaksa gulung tikar akibat tidak mampu menanggung beban biaya produksi maupun operasional bisnis.

"Tapi, sebagian lainnya memutuskan untuk beralih secara daring atau online. Kami hadir membantu para pebisnis lokal dan UMKM untuk bisa mengembangkan bisnis mereka dengan teknologi digital," kata Head of Marketing PT Codebrick Indonesia, Evan Januli, Rabu, 21 April 2021.

Melalui merek atau brand Tokotalk, Evan mengaku para pebisnis lokal maupun UMKM bisa mengembangkan usahanya dengan membuat website toko online secara gratis. Dengan sejumlah fitur lengkap yang tersedia dalam dasbor, mereka dapat memperluas pasar penjualan produknya.

TokoTalk menyelenggarakan program TokoTalk Hadirkan Rezeki (THR) untuk modal bisnis sejak 5 April-3 Mei 2021. Program ini mendukung UMKM/pebisnis lokal dengan cara memberikan modal bisnis berupa uang tunai yang totalnya mencapai Rp20 juta untuk 3 orang yang beruntung.

Untuk mengikuti program THR ini cukup mendaftarkan diri dan membuat website toko online di platform TokoTalk. Saat ini, TokoTalk telah memiliki lebih dari 530 ribu pelaku UMKM maupun pebisnis lokal yang berjualan menggunakan platformnya. "Kami optimis jumlah ini terus bertambah seiring minat mereka berbondong-bondong beralih ke platform digital," ungkapnya.