Pedagang padati luar Stadion Mandala sambut pembukaan Peparnas Papua

·Bacaan 2 menit

Ratusan pedagang memadati pinggir jalan di sekitar Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat, untuk mencoba peruntungan memanfaatkan momentum pembukaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Mereka berderet menjajakan beraneka dagangan, mulai makanan, minuman, kaos, hingga tak ketinggalan buah pinang, "camilan" khas masyarakat Papua.

Seperti Abdul Gani (43), penjual roti yang ditemui di depan pintu masuk Stadion Mandala, Jumat, mengakui memanfaatkan momentum pembukaan Peparnas untuk mengais rezeki.

"Saya kerja di toko roti. Mumpung ada Peparnas ini, saya jualan di sini," kata warga Dok IX, Kampung Baru, Pasar Ikan, Jayapura itu.

Ia membawa sebanyak 70 bungkus roti yang dijualnya Rp5.000/bungkus dengan dua varian rasa, yakni kacang dan coklat.

Abdul bersyukur sudah ada 30 bungkus roti yang sudah laku terjual meski belum berapa lama berjualan.

"Di sini, ramai penjual hanya kalau ada keramaian seperti ini, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) kemarin. Saya juga berjualan saat penutupan PON," ujarnya.

Baca juga: Upacara pembukaan Peparnas Papua tampilkan sesuatu yang berbeda

Senada, Martavina Waromi yang berjualan pinang dan manisan buah juga mengaku memanfaatkan momentum pembukaan Peparnas Papua.

Jika tidak ada even keramaian di Stadion Mandala, warga asli Serui itu sehari-hari berjualan pinang di depan rumahnya di kawasan Dok VII.

"Setiap ada keramaian, pertandingan bola, (pembukaan) Peparnas, PON kemarin, saya berjualan di sini," kata Martavina yang membuka lapak sejak pukul 14.00 WIT.

Gelaran Peparnas Papua rencananya dibuka oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin di Stadion Mandala, Papua, dengan mengusung tema "Cahaya dari Timur Papua".

Baca juga: Wapres bertolak ke Papua buka Peparnas XVI

Hadir deretan musisi papan atas seperti Anggun, Mikhelia, dan Edo Kondologit. Selain itu artis lokal yang terlibat di antaranya Kaonak, Manggorap, Nogei, Shine of Black, Piter Ginuy, dan Irsa Yoku.

Peparnas Papua diikuti oleh 1.985 atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi yang akan berupaya mencetak sejarah sebagai yang terbaik.

Mereka akan berlomba untuk menyumbangkan keping medali bagi kontingen masing-masing pada Peparnas ke-16 yang digelar pada 6 - 13 November 2021.

Para atlet akan berlaga pada 12 cabang olahraga, terdiri atas angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

Baca juga: Menelisik potensi penyandang disabilitas di pentas olahraga
Baca juga: Peparnas Papua 2021 untuk Indonesia yang setara nan inklusif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel