Pedagang Telur di Kebumen Akui Pelanggan Pilih Beli Ayam karena Perbedaan Harga Tipis

Merdeka.com - Merdeka.com - Harga telur ayam broiler di Pasar Dorowati, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengalami kenaikan cukup signifikan dalam dua pekan terakhir. Biasanya pedagang menjual di kisaran harga Rp26 ribu per kilogram, kini menjadi Rp31 ribu atau hampir menyentuh angka kenaikan 20 persen.

"Peminatnya jadi berkurang sih, soalnya harganya enggak beda jauh sama ayam potong jadi mereka lebih milih beli ayam sekalian," kata pedagang telur, Andriyani, Rabu (1/9).

Pria berusia 27 tahun tersebut menuturkan, beberapa pelanggan khususnya seperti penjual roti dan martabak mengeluh dan kewalahan dengan naiknya harga telur.

Hal ini berakibat pada minimnya untung yang diperoleh, dikarena jika harga jualnya yang dinaikan, jadi sepi pembeli.

Harapan Andri sekaligus mewakili para pedagang kebutuhan pokok, adalah pemerintah dapat menstabilkan kembali harga telur pada kisaran tertinggi Rp25 ribu.

Berbeda Harga Cabai dan Bawang

Di masa lonjakan harga telur broiler yang cukup tinggi, harga cabai dan bawang masih terpantau stabil. Hal ini berdasarkan penuturan dari pedagang sayuran bernama Yanto (32).

"Kalau per hari ini normal sih, cabai rawit Rp50 ribu, cabai merah Rp60 ribu, bawang merah Rp30 ribu, bawang putih Rp21 ribu. Jadi Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kenaikan seperti telur broiler. Semoga sih jangan sampai naik ya, kalau naik pusing saya diomelin pelanggan," ucap Yanto.

Dia mengatakan biasanya harga bahan–bahan pokok naik di momen tertentu seperti idul fitri, idul adha dan bulan–bulan penting lainnya. Menurutnya jika harga naik, pelanggan akan tetap membeli tetapi dalam jumlah sedikit. Hal ini akan berdampak pada pemasukan dari para pedagang di pasar.

Reporter: Putri Oktafiana [cob]