Pedagang Thailand Inginkan Myanmar Percepat Pasar Bebas di Perbatasan

Ranong (ANTARA/TNA-0ANA) - Sektor swasta Thailand di provinsi baratdaya akan mendesak pemerintah Myanmar untuk mempercepat pembukaan gabungan pasar bebas bea di perbatasan Thailand, kata seorang pemimpin bisnis lokal.

Nareumol Khoraphum, ketua Kamar Dagang Ranong, mengatakan pasar perdagangan khusus atau zona bebas, mirip dengan pasar Klua Rong yang berkembang pesat di perbatasan Thailand-Kamboja, akan berada di tanah Thailand berseberangan dengan Provinsi Kawthaung, Myanmar yang lebih dikenal sebagai Victoria Point.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan perdagangan Thailand-Myanmar di perbatasan dan bersiap-siap untuk terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015, katanya.

Dia menambahkan bahwa pedagang dari kedua negara akan diizinkan untuk menjual barang-barang mereka tanpa pajak.

Dua lokasi alternatif untuk pasar ini adalah daerah pelabuhan pabean di Ban Khao Nang Hong di Kabupaten Pak Nam, dan area kosong di Kecamatan Nam Jued, Kabupaten Kraburi.

Kamar Dagang Ranong mulai mempromosikan prakarsa pasar bebas pada tahun 2008, tetapi tidak mendapatkan tanggapan dari pihak pemerintah pusat Myanmar.

Sektor swasta Thailand akan mengangkat masalah ini dalam pertemuan komite perbatasan tingkat lokal Thailand-Myanmar berikutnya sehingga diteruskan ke pemerintah nasional di Yangon, kata Naruemol.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.