Pedagang Warteg Keluhkan Mahalnya Harga Beras: Kami Pusing Tujuh Keliling

Merdeka.com - Merdeka.com - Pedagang Warung Tegal (Warteg) di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya mengeluhkan kenaikan harga beras kualitas medium sejak Oktober 2022 lalu. Kenaikan begitu terasa karena beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia.

"Dengan kenaikan harga beras ini buat kami pusing tujuh keliling. Karena beras makanan utama, ya kami menjerit lah," kata Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Jumat (18/11).

Mukroni mencatat, saat ini beras kualitas medium mengalami kenaikan berkisar Rp500 per kilogram (kg). Dengan ini, harga jual beras medium berkisar Rp9.900 per kg dari sebelumnya Rp9.400 per kg.

Padahal, pengusaha warteg juga tengah dibebani mahalnya harga bahan pangan lainnya imbas kenaikan harga BBM subsidi beberapa waktu lalu. Antara lain komoditas telur yang berkisar Rp27.000 per Kg.

"Jadi, dengan kenaikan beras berkisar Rp500 per Kg, cukup memberatkan," ujarnya.

Mukroni pun meminta pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi persoalan kenaikan harga beras. Mengingat, beras merupakan makanan utama masyarakat.

"Kami mohon ya agar pemerintah gerak cepat untuk mengatasi kenaikan harga beras ini," pungkasnya.

Kenaikan Harga Beras Tak Bisa Dihindari

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional, Arif Prasetyo Adi mengungkapkan kenaikan harga beras tidak bisa dihindari. Hal ini salah satunya karena memang fertiliser atau pupuk naik.

Kedua adanya biaya tanam, kemudian adanya biaya distribusi yang naik diakibatkan dengan kenaikan harga BBM atau bahan bakar minyak.

"Hari ini badan pangan nasional memang mengundang seluruh stakeholder terutama kementerian dan lembaga BUMN juga ada. Jadi memang tidak bisa dihindari kenaikan harga," ujar Arif, dalam Konferensi pers, di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Senin (3/10).

Kendati demikian, Arif menjelaskan, walaupun terjadi kenaikan harga beras, kebutuhan daya beli masyarakat akan beras tinggi. "Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) hanya 30 hingga 40 ribu ton, bulan lalu sudah terdistribusi sebanyak ribu ton," terang Arif.

Lebih lanjut pihaknya tidak akan tinggal diam untuk memenuhi stok beras dan target bulog sampai akhir tahun sebesar 1,2 juta ton.

"Jadi nanti berapapun yang diminta kita harus penuhi. jadi tadi ada permintaan 3000 ton dari teman teman pedagang. Per minggu ini kita harus siapkan karena Jakarta ini berkontribusi 27 persen nasional," katanya.

[idr]