Pedagang Warteg Khawatir Kenaikan Harga BBM Buat Pelanggan Kabur

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaku Usaha Warung Tegal (Warteg) khawatir kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite maupun Solar akan membuat pelanggan kabur. Menyusul, kian terpukulnya daya beli pelanggan warteg yang didominasi oleh kelompok ekonomi menengah ke bawah.

"Kami prihatin atas rencana kenaikan harga BBM bersubsidi ini, karena dapat ditinggal pelanggan akibat daya beli belum pulih," keluh Mukroni kepada Merdeka.com di Jakarta, Sabtu (3/9).

Selain ditinggal pembeli, Mukroni khawatir penerapan kebijakan tersebut juga akan mengerek harga sembako. Menyusul, naiknya biaya transportasi akibat naiknya harga BBM subsidi.

"Karena dengan kenaikan harga BBM ini akan mengerek/menaikan harga pangan," tekannya.

Oleh karena itu, Mukroni berharap pemerintah untuk menunda rencana kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Sebab, kenaikan bbm subsidi akan berdampak buruk terhadap daya beli masyarakat.

"Dengan naiknya barang akibat BBM naik, (akan) menambah beban sosial yang lebih berat," tutupnya.

Jokowi: Anggaran Subsidi Energi Melebihi Pembangunan Ibu Kota Baru

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, anggaran subsidi energi yang digelontorkan pemerintah sangat besar. Saking besar uangnya bisa dipakai membangun satu ibu kota.

Anggaran subsidi energi pemerintah membengkak dari Rp 152,2 triliun menjadi Rp 502,4 triliun. Jumlah itu lebih besar dari anggaran pemerintah memindahkan IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai Rp 466 triliun.

"Bisa dipakai untuk membangun Ibu Kota satu karena angkanya sudah Rp 502 triliun. Ini semua yang kita harus ngerti. Sampai kapan kita bisa bertahan dengan subsidi sebesar ini. Kalau kita tidak ngerti angka, kita tidak bisa merasakan betapa sangat beratnya persoalan saat ini," ujar Presiden Jokowi dalam acara Rakernas PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6).

Presiden Jokowi menjelaskan, harga Pertalite yang saat ini dibanderol Rp 7.650 per liter dan Pertamax Rp 12.500 per liter adalah harga yang disubsidi oleh pemerintah. Subsidinya begitu besar.

Dia lalu membandingkan harga bahan bakar minyak (BBM) RI yang lebih murah ketimbang negara-negara lain. Misalnya di Singapura Rp 31.682 per liter, Thailand Rp 20.878 per liter, dan Jerman Rp 31.390 per liter.

"Coba kita tengok aja yang dekat aja Singapura harga bensin sudah 31 ribu. Di Jerman harga bensin juga sudah sama 31 ribu, di Thailand sudah 20 ribu. Kita masih Rp 7650," tutupnya. [idr]