Pedang, Tongkat, dan Jejak Telapak Nabi Muhammad SAW Muncul di Medan

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Replika benda-benda peninggalan para Nabi Muahammad SAW, mendapat perhatian besar  masyarakat Medan ketika dipamerkan di halaman Istana Maimun Medan. Pameran ini berlangsung selama sebulan penuh.

Replika yang selama ini  disimpan di Museum Topkapi, Istambul, Turki, itu menjadi salah satu yang menarik disajikan terkait dengan pelaksanaan Ramadhan Fair Medan VII.

Pameran benda-benda peninggalan para Rasulullah berupa pedang, tongkat, jejak telapak kaki Nabi  Muhammad dan Sendal Nabi Muhammad tersebut diselenggarakan oleh Piramid Communication bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Turki.

Pameran sejarah jejak Rasul ini diselenggarakan selama satu bulan, hingga 29 Agustus 2011 yang dibuka pada pukul 09.00 wib hingga pukul 22.00 WIB. Purnomo, selaku Ketua Panitia Pameran replika benda-benda peninggalan Rasulullah mengatakan, Kota Medan merupakan kota ke 22 dari kegiatan pameran yang diselenggarakan Piramid Communication diseluruh Indonesia.

Benda-benda yang dipamerkan ini, sebut Purnomo, lebih banyak kepada pedang peninggalan milik Rasulullah Muhammad SAW, baik pedang pribadinya maupun pedang para Nabi. "Ada juga dipamerkan Tongkat Nabi Musa, Pedang Al Battar milik Nabi Daud dan sendal/terompak milik Rasulullah yang menurut sejarah terompak tersebut digunakan Rasulullah saat berusia 38 tahun," ujar Purnomo.

Dengan adanya pameran ini, masyarakat Medan tidak perlu jauh-jauh melihatnya ke Istanbul, Turki, tempat dimana peninggalan Nabi Muhammad SAW itu disimpan selama ini.

Selain itu, ungkap Purnomo, ada juga pedang pribadi milik Rasulullah Muhammad SAW yang dipamerkan, yakni Pedang Al Ma'thur dan Pedang Al Qadib. "Kedua pedang ini merupakan pedang dari keluarga Rasulullah. Pedang Al Ma'thur merupakan warisan dari orang tua Rasulullah," kata Purnomo.

Usai menggelar pameran di Kota Medan, papar Purnomo, selanjutnya Piramid Communication berencana akan menggelar pameran di Aceh pada bulan Syawal. Sementara itu, Arif, selaku Marketing Piramid Communication menjelaskan, pameran di dilakukan di 30 Kota di Indonesia dan Medan merupakan kota ke 22 yang dikunjungi.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.