Pede Liverpool Tembus Final Liga Champions Musim Depan, Jurgen Klopp Ajak Suporter Pesan Kamar Hotel

Bola.com, Paris - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, yakin timnya akan kembali tampil di final Liga Champions musim depan. Klopp bahkan menyerukan agar suporter segera memesan kamar hotel yang akan menjadi lokasi partai final.

Kepercayaan diri Jurgen Klopp mengacu pada skuad yang akan dimiliki Liverpool pada musim depan. Menurut manajer asal Jerman tersebut, The Reds bakal punya materi pemain yang kompetitif dan mampu bersaing meraih g elar juara.

"Saya memiliki perasaan yang kuat jika kami akan datang ke final lagi. Para pemain sangat kompetitif dan kami akan memiliki skuad yang luar biasa musim depan," kata Jurgen Klopp seperti dikutip BBC.

"Di mana final musim depan? Istanbul? Pesan hotelnya," tegas manajer asal Jerman itu.

Final Liga Champions musim depan akan digelar di Ataturk Olympic Stadium pada 10 Juni 2023. Mampukah Liverpool kembali tampil di final dan meraih gelar?

Kalah di Final

<p>Liverpool dipaksa menelan kekalahan 0-1 dari Real Madrid pada laga final Liga Champions 2021/2022. (AFP/Franck Fife)</p>

Liverpool dipaksa menelan kekalahan 0-1 dari Real Madrid pada laga final Liga Champions 2021/2022. (AFP/Franck Fife)

Liverpool menelan kekalahan 0-1 dari Real Madrid pada laga final Liga Champions 2021/2022, Minggu (29/5/2022). Hasil tersebut membuat The Reds gagal menambah koleksi trofi Si Kuping Besar.

Kekalahan di final Liga Champions juga menjadi yang keempat bagi Liverpool. Sebelumnya, Liverpool juga sudah menjadi runner-up Liga Champions pada edisi 1985, 2007, dan 2018.

Menariknya, Madrid menjadi tim paling banyak menggagalkan misi Liverpool menjadi juara. Tak hanya musim ini, Madrid juga mengalahkan Liverpool pada final 2018.

Patah Hati

<p>Bek Liverpool, Andrew Robertson, mengakui Real Madrid lebih berpengalaman menghadapi laga final Liga Champions. (AFP/Javier Soriano)</p>

Bek Liverpool, Andrew Robertson, mengakui Real Madrid lebih berpengalaman menghadapi laga final Liga Champions. (AFP/Javier Soriano)

Perasaan bek Liverpool, Andrew Robertson, hancur setelah timnya gagal menjuarai Liga Champions 2021/2022. Menurut bek Timnas Skotlandia tersebut, Liverpool tak memulai babak kedua dengan baik.

"Kami hancur. Itulah yang terjadi ketika Anda datang ke final dan tidak memenanginya. Jika kami boleh jujur, kami sebenarnya bisa bermain lebih baik, terutama pada babak kedua," kata Robertson.

"Liverpool tidak memulainya dengan baik sehingga mereka dapat menahan permainan. Mereka adalah tim yang berpengalaman dan ketika unggul, mereka tahu bagaimana memenangi final. Mereka menunjukkan itu," tegas Andrew Robertson.

Sulit Menerima

<p>Jurgen Klopp menilai, Liverpool tampil dominan dengan mencetak banyak peluang, namun kesulitan menjebol gawang Real Madrid. (AFP/Franck Fife)</p>

Jurgen Klopp menilai, Liverpool tampil dominan dengan mencetak banyak peluang, namun kesulitan menjebol gawang Real Madrid. (AFP/Franck Fife)

Sementara itu, manajer Jurgen Klopp sukar menerima kekalahan 0-1 timnya dari Real Madrid pada final Liga Champions musim ini. Klopp menyebut, The Reds lebih layak menang karena tampil dominan dan punya banyak peluang.

"Kami memiliki lebih banyak tembakan dan peluang tepat sasaran. Akan tetapi, statistik yang paling menentukan ada di pihak Madrid," kata Jurgen Klopp.

Penyataan Klopp memang masuk akal. Statistik UEFA mencatat, Liverpool melepaskan 23 tembakan, sedangkan Real Madrid hanya punya tiga tembakan yang satu di antaranya tepat sasaran.

"Mereka mencetak gol, sedangkan kami tidak. Itulah penjelasan termudah dalam dunia sepak bola. Itu penjelasan kasar, akan tetapi kami tentu saja menghormatinya," tegas Klopp.

Ukir La Decimocuarta

Real Madrid sukses menaklukkan Liverpool pada laga final Liga Champions di Stade de France, Minggu (29/5/2022). (AP/Manu Fernandez)
Real Madrid sukses menaklukkan Liverpool pada laga final Liga Champions di Stade de France, Minggu (29/5/2022). (AP/Manu Fernandez)

Di sisi lain, Real Madrid berhasil mengukir La Decimocuarta atau meraih 14 trofi Liga Champions. Pencapaian tersebut membuat Madrid semakin mempertegas statusnya sebagai penguasa Liga Champions.

Sebelumnya, Los Blancos sukses mengangkat trofi Si Kuping Besar pada musim 1955/1956, 1956/1957, 1957/1958, 1958/1959, 1959/1960, 1965/1966, 1997/1998, 1999/2000, 2001/2002, 2013/2014, 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018.

Jumlah itu lebih banyak dua kali lipat dari koleksi AC Milan sebagai pesaing terdekat. Milan tercatat sudah meraih tujuh gelar Liga Champions.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel