Pedenya Bos Persib, Polri Kasih Izin Liga 1 2021 Bergulir

Robbi Yanto, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, yakin izin penyelenggaraan kompetisi Liga 1 2021 akan dikeluarkan pihak kepolisian.

Umuh menilai, kepolisian akan bijak dalam mengambil keputusan. Apalagi, kompetisi sudah terhenti sejak Maret 2020 lalu akibat pandemi COVID-19.

"Saya optimis, yakinlah dari kepolisian bisa menilai dan melihat karena di luar negeri juga kompetisi sudah berjalan. Dengan kebijakan dari polisi juga Insya Allah saya yakin kepolisian bisa memberikan kebijakan,"ujar Umuh, Jumat 12 Februari 2021.

Maka dari itu, dia meminta kepada semua pencinta sepakbola untuk tidak saling menyalahkan pihak tertentu. Lebih baik menyiapkan kompetisi secara matang jika izin sudah keluar.

"Sama-sama lah ya kita, jadi tidak perlu kita saling menyalahkan si A dan si B. Tapi, tinggal kita mengatur bagaimana supaya kita bertandingnya,"kata pria berusia 71 tahun ini.

Umuh juga berharap pandemi COVID-19 segera berakhir. Sebab, adanya virus corona berdampak pada semua aspek, termasuk sepakbola.

"Mudah-mudahan pandemi cepat selesai, COVID-19 cepat hilang agar kita bisa lebih aman ya,"ucapnya.

Izin kepolisian, yang menjadi sangat penting dalam bergulirnya kompetisi hingga saat ini belum keluar. PSSI saat ini meminta pertolongan pada Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Zainudin Amali untuk melobi Polri.

Baru-baru ini, Menpora menggelar pertemuan dengan PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), Satgas COVID-19, BNPB, dan Polri.

Menpora menjelaskan, PSSI dan PT LIB telah memaparkan secara lengkap pedoman penyelenggaraan kompetisi di tengah pandemi kepada Polri, Satgas COVID-19, dan BNPB.

Menurutnya, setelah pemaparan tersebut, Polri masih perlu mengkaji lagi apakah akan memberi izin atau tidak.

"Kita sudah mendengarakan pemaparan dari PSSI, dan juga PT LIB, tentang rencana kegiatan olahraga khususnya untuk olahraga sepakbola, khususnya lagi untuk turnamen dan kompetisi. Sudah dipaparkan secara lengkap, baik rencana penyelenggaraannya, maupun pelaksanaan protokol COVID-19 secara ketat dan disiplin," ujarnya.