Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan atau Pertemuan Besar Selama Pandemi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyelenggaraan kegiatan besar atau pertemuan besar sekarang ini sudah boleh dilaksanakan di Indonesia. Namun, hal ini tentunya dengan catatan menerapkan protokol kesehatan dan memenuhi ketentuan-ketentuan lainnya.

Kegiatan-kegiatan seperti konferensi, pameran dagang, acara olahraga, festival konser, pesta, maupun acara pernikahan yang besar sudah boleh dilaksanakan, namun harus mengikuti pedoman penyelenggaraan yang telah ditetapkan. Bahkan sekarang ini Indonesia memiliki 2 perhelatan berskala nasional dan tergolong kegiatan besar, yaitu pertandingan sepak bola Liga 1 dan 2, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua tahun 2021.

Penyelenggaraan kegiatan atau pertemuan besar selama pandemi tidak menutup kemungkinan akan diizinkan dengan berbagai ketentuan. Beberapa ketentuan yang wajib dipenuhi adalah selama kasus terkendali dan kesiapan serta komitmen penyelenggara mengutamakan kesehatan dan keselamatan.

Selain itu, pedoman penyelenggaraan kegiatan atau pertemuan besar juga harus diterapkan. Berikut Liputan6.com rangkum dari covid19.go.id, Jumat (24/9/2021) tentang pedoman penyelenggaraan kegiatan atau pertemuan besar selama pandemi.

Faktor Risiko Penularan COVID-19 saat Acara Besar

Hingga peluit panjang dibunyikan, laga antara Persib Bandung vs Borneo FC berakhir dengan skor 0-0. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Hingga peluit panjang dibunyikan, laga antara Persib Bandung vs Borneo FC berakhir dengan skor 0-0. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sebelum mengenali pedoman penyelenggaraan kegiatan atau pertemuan besar selama pandemi, kamu perlu mengenali faktor risiko penularan COVID-19 di acara besar tersebut terlebih dahulu. Secara khusus ada 6 faktor risiko penularan saat acara besar dilakukan, yaitu:

1. Kondisi kasus COVID-19 di daerah tempat acara berlangsung. Hal ini disebabkan karena tingginya angka infeksi meningkatkan risiko penularan kepada partisipan.

2. Potensi penularan selama acara di tempat umum seperti bandara, terminal bus, stasiun kereta api, dan transportasi umum lainnya. Berisiko menularkan virus ke penumpang akibat jarak antar penumpang dan buruknya sirkulasi udara transportasi.

3. Durasi acara. Semakin lama kegiatan diikuti individu, maka resiko penularan semakin tinggi. Peluang penularan terbuka jika terjadinya komunikasi contohnya berbincang maupun kontak fisik seperti berjabat tangan antar partisipan.

4. Tata kelola acara. Acara dalam ruangan dengan sirkulasi udara buruk berpeluang lebih besar penularan dibandingkan kegiatan luar ruangan.

5. Jumlah partisipan. Semakin banyak partisipan dalam acara, kecenderungan tertular semakin besar. Karena sulitnya menjamin jarak antar orang minimal satu setengah meter.

6. Pelaku partisipan yang belum vaksinasi secara penuh, maupun yang tidak menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dapat meningkatkan peluang penularan.

Keenam faktor risiko ini perlu benar-benar diperhatikan setiap orang, baik pihak penyelenggara maupun orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Hal ini untuk menekan penularan COVID-19 terjadi selama penyelanggaraan acara.

Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan atau Pertemuan Besar Selama Pandemi

Ilustrasi pernikahan. Sumber foto: unsplash.com/Sweet Ice Cream Photography.
Ilustrasi pernikahan. Sumber foto: unsplash.com/Sweet Ice Cream Photography.

Berikut pedoman penyelenggaraan kegiatan atau pertemuan besar selama pandemi:

Sebelum Acara

- Edukasi kesehatan yang cukup bagi seluruh partisipan dan memastikan memiliki pemahaman yang sama khususnya kiat-kiat mencegah penularan.

- Menyusun pedoman pelaksanaan acara yang telah dilengkapi rencana kontijensi, misalnya melarang partisipan yang positif selama rangkaian acara melanjutkan aktivitasnya dan harus segera dirujuk ke area khusus karantina atau isolasi yang telah disediakan.

- Memastikan fasilitas dan sarana prasarana mendukung penerapan protokol kesehatan. Misalnya tata letak acara yang memudahkan partisipan menjaga jarak minimal satu setengah meter.

- Membuat panitia khusus yang bertanggungjawab menegakkan protokol kesehatan oleh partisipan secara menyeluruh.

- Membangun kemitraan dengan pemerintah dan fasilitas kesehatan setempat khususnya kesiapan menghadapi jika terjadi kemunculan banyak kasus.

Saat Acara

- Mengikuti perkembangan kasus COVID-19 secara aktual khususnya data daerah di mana acara berlangsung.

- Memastikan skrining kesehatan dilakukan tepat sebelum acara berlangsung, misalnya penggunaan metode skrining yang dapat menyesuaikan situasi dan kondisi di daerah masing-masing termasuk pemeriksaan suhu tubuh secara harian.

- Memastikan alat atau material kesehatan pendukung cukup dan mudah terakses saat acara, misalnya hand sanitizer atau sabun cuci tangan dan masker.

- Melakukan promosi kesehatan selama acara berlangsung secara konsisten terkait pentingnya memakai masker dengan benar, mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas dan menjaga jarak minimal satu setengah meter dalam bentuk visual maupun audio ditempat dan waktu yang strategis.

- Panitia khusus yang telah terbentuk harus memastikan pedoman pelaksanaan ditegakkan baik pembatasan kapasitas jarak maupun higienitas dalam beraktivitas.

- Memastikan setiap partisipan mematuhi protokol kesehatan termasuk di luar wilayah acara. Misalnya saat di tempat penginapan dan saat bepergian.

- Selanjutnya segera merujuk kasus positif yang terdeteksi selama acara untuk isolasi maupun perawatan

Setelah Acara

- Pastikan tidak ada kasus positif yang lolos untuk kembali ke daerah asal. Untuk memastikan tidak terjadi perluasan penularan sebelum benar-benar sembuh melalui optimalisasi karantina setelah sampai asal daerah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel