Peduli Nasib Ayam Petelur, Aktivis Serukan Bebas Kandang Baterai

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - Mengkritisi kesejahteraan hewan yang diternak, khususnya ayam petelur dalam sistem kandang baterai membuat para aktivis perlindungan satwa seperti Animal Friends Jogja, Barisan Muda-Mudi Xayang Xatwa (BMXX), relawan koalisi Act For Farmed Animals (AFFA) dan Feed Not Bomb Solo menggelar aksi damai serentak di 4 kota besar di Indonesia, yaitu Yogyakarta, Solo, Bandung dan Jakarta, Sabtu 20 Maret 2021.

Aksi itu bagian dari kampanye Indonesia Bebas Kandang (cabe free Indonesia) yang diinisiasi Animal Friends Jogja. "Saya percaya masyarakat Indonesia peduli dengan kesejahteraan hewan, untuk keberlangsungan lingkungan hidup dan kesehatan manusia juga," kata Odyssey Sanco alias Bandizt Shaggydog direktur Animal Friends Jogja.

Aksi damai ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang fakta-fakta kekejaman di balik sistem kandang baterai. Menurut Odyssey, sistem ini merupakan sistem terkejam di industri peternakan.

"Ada website khusus, selain berisi informasi tentang mengapa sistem kerangkeng baterai adalah salah satu sistem terkejam di industri peternakan dan harus diakhiri, juga menyediakan informasi cara-cara bagi masyarakat sebagai konsumen peduli untuk bisa membantu mengakhirinya," kata pemain bas band Shaggydog ini.

Bandizt menjelaskan aksi yang mengusung jargon, "Hanya Kamu Yang Bisa Mengubah Kehidupan Kami", bertujuan untuk mengajak masyarakat berempati dan berkontribusi meningkatkan kesejahteraan hewan yang diternak. Hal ini juga sudah diatur dalam UU No 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pasal 6.

"Peran serta dan dukungan masyarakat peduli akan dapat signifikan mengurangi penderitaan hewan, melindungi bumi dan menciptakan dunia yang lebih baik dan welas asih untuk semua," katanya.

Sementara Angelina Pane, Manajer Program dan Aktivis Animal Friends Jogja mengatakan setidaknya ada 200 juta lebih ayam ras petelur di Indonesia yang dipaksa hidup dalam kerangkeng sempit kandang baterai. Setelah sampai tidak mampu lagi menghasilkan telur, ayam itu akan berakhir di rumah jagal sebagai ayam afkir.

"Saking sempitnya kerangkeng itu ayam-ayam sama sekali tidak bisa mengekspresikan perilaku alamiah yang sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan seperti berjalan jalan, menggaruk tanah untuk mencari makanan, sekadar merentangkan sayap pun tidak bisa," ujar Angelina.

Aksi yang digelar di Yogyakarta, dilaksanakan di 5 titik strategis, salah satunya adalah Tugu Yogyakarta, di wilayah Solo dilaksanakan di 4 titik, salah satunya lampu merah panggung, di wilayah Bandung dilaksanakan di simpang Asia Afrika, dan terakhir di wilayah Jakarta yaitu di Taman Suropati Menteng. Selain itu, kampanye ini juga menggunakan media billboard yang berada di perempatan Jalan Monjali sebelah utara di sisi timur.

Simak video pilihan berikut ini:

vidio:Kesulitan Ekonomi, Pasutri Lansia Tinggal di Kandang Ayam