Peduli Penyintas Difabel, Bobby Nasution Bawa Juru Bahasa Isyarat di Acara Apeksi

·Bacaan 2 menit
(Foto:Dok.Pemko Medan)

Liputan6.com, Banda Aceh Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menjadi satu-satunya wali kota yang membawa penerjemah bahasa isyarat di rangkaian acara Musyawarah Komisariat Wilayah 1 (Muskomwil 1) yang digelar di Banda Aceh 21-22 Nov 2021.

Hal itu sebagai bentuk kepedulian Bobby yang selama ini dikenal dekat dengan penyintas difabel di Kota Medan. Sebelumnya Bobby telah memerintahkan perusahaan di Kota Medan agar mempekerjakan penyintas disabilitas. Pada gawean Job Fair Pemko Medan belum lama ini, Bobby menyediakan 25 lowongan bagi disabilitas.

Nah ketika bertolak ke Banda Aceh, Bobby membawa Yuli Yanika penerjemah bahasa isyarat untuk penyintas tuna rungu. Memang di agenda itu Wali Kota Banda Aceh mengundang perwakilan difabel untuk menyaksikan jalannya acara Apeksi.

"Alhamdulillah ada penerjemah kita bawa, semoga bisa menambah informasi kepada teman tuli ya," kata Bobby.

Jadi, ketika Bobby Nasution berbicara ataupun tokoh lainnya memberikan sambutan, maka Yuli bertugas menerjemahkan ke bahasa isyarat. Dan itu disyukuri Nanda dan Tari, dua undangan Apeksi dari Kawan Tuli yang sengaja dihadirkan Dinsos Banda Aceh.

Kata Yuli, apa yang dilakukan Bobby dengan membawa penerjemah adalah keinginan mereka sejak lama.

"Teman tuli datang ke acara dan secara khusus berterimakasih kepada Pak Wali Kota Medan yang telah jadi role model. Harapannya bisa ditiru oleh pemimpin lain," kata Yuli.

Teman tuli, begitu penyintas disabilitas tuna rungu lebih senang disebut, kata Yuli membutuhkan banyak informasi dari apa yang mereka lihat. Maka ketika ada Juru Bahasa Isyarat (JBI) hadir di acara-acara, para teman tuli senang.

"Teman tuli juga butuh informasi. Jadi mereka jelas senang sekali dengan kehadiran penerjemah yang dibawa Pak Wali," lanjut Yuli.

Di Banda Aceh, Yuli tak hanya bertugas menerjemahkan sambutan Bobby Nasution namun juga menerjemahkan percakapan teman tuli dengannya.

"Mereka bekerja di cafe yang dibangun Dinsos Aceh. Memang pekerjanya teman tuli. Nah mereka itu di-support dan berterimakasih atas kesempatan yang diberikan," pungkas Yuli.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel