PeduliLindungi Diakses Lebih dari 50 Juta Kali Sehari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) hingga Minggu, 20 September 2021, mencatat, dalam sehari sebanyak 50 juta pengguna mengakses aplikasi PeduliLindungi.

"Sebagai informasi, per hari Minggu lalu, kita sudah menyentuh delapan juta (check-in) barcode PeduliLindungi yang digunakan oleh seluruh orang Indonesia yang mengunjungi tempat-tempat publik," kata Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat Konferensi Pers PPKM pada Senin, 21 September 2021.

"Dalam sehari delapan juta check in dan juga website-nya sudah dikunjungi lebih dari 40 juta sehari," Budi melanjutkan.

PeduliLindungi sebenarnya sudah ada sejak 2020. Hanya saja pada waktu itu, aplikasi tersebut digunakan untuk memonitor atau mengetahui zona COVID-19 suatu wilayah.

Namun, dua bulan terakhir, aplikasi PeduliLindungi mulai digunakan untuk memonitor gerak-gerik masyarakat. Di dalamnya terdapat informasi status vaksinasi dan status COVID-19 penggunanya.

Menkes Budi pun mencontohkan sistem kerja aplikasi PeduliLindungi. Saat seseorang check-in lewat aplikasi, otomatis sistem akan mencari data dari situs PeduliLindungi. Penambahan jumlah akses PeduliLindungi juga terpantau pengecekan paspor digital.

"Kalau kita juga ingat, cek paspor (digital) juga menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Itu sendiri (yang mengecek paspor) ada lebih dari 40 juta," katanya.

"Jadi, sehari sekarang, PeduliLindungi sudah diakses lebih dari 50 juta kali, baik melalui aplikasi maupun melalui website," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

PeduliLindungi Bangun Penerapan Prokes Berbasis IT

Petugas membantu calon penumpang memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas membantu calon penumpang memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pengembangan aplikasi PeduliLindungi terus dilakukan. Budi Gunadi Sadikin mengakui aplikasi tersebut masih harus diperbaiki, dari segi sistem hingga keamanannya.

"Kami mengakui sistem ini butuh untuk terus ada perbaikan. Pak Menko (Menko Marves Luhut B. Pandjaitan) selalu mengingatkan, perbaikan dari sisi security, performance (penampilan), dan fungsinya yang harus kita perbaiki," tambah Menkes.

"Tapi untuk satu aplikasi kesehatan naisonal yang baru diluncurkan kurang dari 2 bulan, aplikasi PeduliLindungi memang sudah terbukti bisa membangun infrastruktur penerapan protokol kesehatan (prokes) berbasis informasi, information technology (IT)."

Infografis Wajib Skrining via Aplikasi PeduliLindungi di Tempat Umum

Infografis Wajib Skrining via Aplikasi PeduliLindungi di Tempat Umum. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Wajib Skrining via Aplikasi PeduliLindungi di Tempat Umum. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel