PeduliLindungi Dituding Langgar HAM, DPR: AS Perlu Belajar dari Indonesia

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo menyesalkan sikap Amerika Serikat (AS) yang menuding aplikasi PeduliLindungi melanggar hak asasi manusia (HAM). Dia pun menyarankan agar negara adikuasa itu belajar penanganan Covid-19, khususnya tentang aplikasi pelacaknya, kepada Indonesia.

"Daripada merilis tudingan dugaan pelanggaran HAM, Amerika lebih baik mempelajari bagaimana bermanfaatnya sistem aplikasi PeduliLindungi dalam mendeteksi Covid-19. Amerika perlu belajar dari Indonesia agar lebih sukses mengendalikan Covid-19," kata Rahmad Handoyo di Jakarta, Minggu (17/4).

Rahmad menyatakan penyesalannya atas laporan Departemen Luar Negeri AS yang menyebutkan adanya indikasi pelanggaran HAM pada aplikasi pelacakan Covid-19 Indonesia, PeduliLindungi.

"Sebagai warga negara dan sebagai anggota parlemen saya wajib mempertanyakan apa dasar mereka (Amerika) menyampaikan pandangan seperti itu. Apakah cukup dengan sebatas laporan LSM lalu menjustifikasi bahwa PeduliLindungi itu melanggar HAM ?" katanya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel