Pefindo Naikkan Peringkat Antam jadi idA

Liputan6.com, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan peringkat untuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi 1 Tahun 2011 menjadi idA dari idA-.

Analis Pefindo Yogie Surya Perdana menyebut peningkatan peringkat disebabkan ekspektasi profil kredit Antam, terutama rasio cakupan arus kas yang akan meningkat ke level yang dipercaya sepadan dengan peringkat di kategori A.

Apalagi mengingat kapasitas produksi yang meningkat dari pabrik Pomalaa dan Halmahera yang akan selesai pembangunannya dan diekspektasikan akan mulai beroperasi pada awal 2020, serta Antamdiuntungkan dengan cash cost yang relatif lebih rendah.

 

"Kami juga melihat bahwa percepatan pelarangan ekspor bijih nikel di tahun 2020, dua tahun lebih awal dari yang direncanakan, akan meningkatkan harga nikel mengingat Indonesia adalah produsen bijih nikel terbesar di dunia," tuturnya di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Yogie bilang, Indonesia menyumbang sekitar 25 persen dari pasokan bijih nikel dunia, sehingga hal ini dapat mengkompensasikan kerugian ANTM atas kehilangan pendapatan dari ekspor bijih nikel, yang berkontribusi sekitar 7 persen dari total pendapatan.

"Peringkat mencerminkan produk pertambangan Antam yang beragam didukung dengan sumber daya dan cadangan yang cukup besar, kegiatan operasional yang terintegrasi secara vertikal, dan perbaikan arus kas," ujarnya.

Kendati begitu, pihaknya berujar peringkat dibatasi oleh leverage keuangan yang relatif tinggi untuk peringkatnya, meskipun sudah menunjukan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir dan paparan fluktuasi atas harga komoditas.

BEI dan Pefindo Luncurkan 3 Indeks Saham Baru

Pekerja menunjuk layar sekuritas di Jakarta, Senin (1/8). Pada perdagangan preopening, IHSG bergerak menguat 64,216 poin (1,23%) ke 5.280,210. Sementara indeks LQ45 bergerak naik 16,105 poin (1,80%) ke908.947. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama anak usahanya PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) meluncurkan tiga indeks saham baru. Dengan indeks saham ini diharapkan menjadi alternatif acuan investor untuk investasi di pasar modal.

Ketiga indeks saham tersebut adalah IDX Small-Mid Cap (IDX SMC) Composite, IDX SMC Liquid, dan Pefindo i-Grade.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan dua indeks BEI yang diluncurkan ini merupakan indeks atas harga saham berkapitalisasi pasar kecil dan menengah. Indeks IDX SMC Composite berisi saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar antara Rp 1 triliun hingga Rp 50 triliun.

Sementara itu, indeks IDX SMC Liquid dipilih dari saham-saham indeks IDX SMC Composite yang memenuhi kriteria-kriteria likuiditas yang dilihat dari nilai transaksi, kapitalisasi pasar atas saham free float, dan harga saham.

"Selain itu ada aspek-aspek lain yang diperhatikan dalam peluncuran indeks ini," ujar Samsul di BEI Jakarta, Kamis (21/12/2017). Aspek-aspek lainnya, kata Samsul, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha dari perusahaan tercatat. Serta, cakupan riset dari analis efek.

Jumlah saham dalam indeks-indeks SMC ini tidak tetap atau sesuai dengan jumlah saham yang memenuhi kriteria. BEI akan melakukan peninjauan berkala atas indeks IDX SMC Composite dan IDX SMC Liquid setiap enam bulan yaitu pada bulan Januari dan Juli. Untuk selanjutnya akan diperbarui setiap hari bursa pertama di bulan Februari dan Agustus.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: