Pefindo Sebut Relaksasi PPnBM Jadi Alasan Penawaran Obligasi Multifinance Naik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan pemerintah terkait relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM untuk mobil baru telah diberikan sejak Maret 2021 lalu. Hal ini dilakukan untuk mendorong daya beli masyarakat.

Ada upaya tersebut, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan, penerbitan surat utang dari perusahaan multifinance juga akan meningkat, terutama pada kuartal III 2021.

"Ini juga akan lebih kepada perbaikan ekonomi. Hanya saja perlu waktu untuk perbaikan ekonomi, sehingga akan banyak obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan multifinance," kata Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito, ditulis Selasa, (20/4/2021).

Danan juga mengatakan, penerbitan obligasi oleh perusahaan multifinance akan banyak terjadi pada kuartal III 2021. Namun, Ia menyebut, penerbitan obligasi oleh perusahaan multifinance sudah mulai terjadi sejak kuartal II 2021.

"Jika kita melihat tren yang terjadi, harusnya meningkat di kuartal II-2021 sampai kuartal IV-2021," ujarnya.

Selain itu, Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Niken Indriarsih menyebut, terdapat mandat dari 39 perusahaan terkait pemeringkatan obligasi atau surat utang per 15 April 2021. Terkait sektor, multifinance menjadi perusahaan terbanyak yakni rencana emisi Rp5,80 triliun dari 4 perusahaan.

Raih Mandat dari 39 Perusahaan

Foto yang diambil pada 16 November 2015 menunjukan aktivitas perakitan mobil All News Kijang Innova di Pabrik TMMIN Karawang. Mobil baru tersebut akan memberi warna baru pada perkembangan pasar MPV dalam negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Foto yang diambil pada 16 November 2015 menunjukan aktivitas perakitan mobil All News Kijang Innova di Pabrik TMMIN Karawang. Mobil baru tersebut akan memberi warna baru pada perkembangan pasar MPV dalam negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyebut, terdapat mandat dari 39 perusahaan terkait pemeringkatan obligasi atau surat utang per 15 April 2021.

Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Niken Indriarsih menyebut, total nilai obligasi terkait mandat yang diberikan mencapai Rp45,3 triliun.

"Mandat yang diterima Pefindo ada Rp45,3 triliun yang mungkin akan diterbitkan dalam satu tahun ke depan. Ini bervariasi yang kalau sektor tapi kalau perusahaan secara total ada 39," ujar dia secara virtual, Senin (19/4/2021).

Dalam pemaparannya, Niken menyebut, penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) baru paling mendominasi karena nilai terkait hal ini mencapai Rp16,33 triliun.

"Namun dari sisi surat utang masih dari PUB baru ya, jadi untuk PUB tahap satu Rp16,3 triliun. Kemudian kalau dari sisi obligasi itu Rp7,3 triliun," ujar dia.

Untuk PUB tahap selanjutnya Rp6,5 triliun, sedangkan Medium Term Loan (MTN) sebesar Rp4,5 triliun. Terkait mandat penerbitan sukuk, Niken mengaku nilainya mencapai Rp7,9 triliun, sekuritisasi Rp2,4 triliun, dan Surat Berharga Komersial (SBK) Rp300 miliar.

Terkait sektor, Niken menyebut, multifinance menjadi perusahaan terbanyak yakni rencana emisi Rp5,80 triliun dari 4 perusahaan.

"Terkait nilai industri pembiayaan memiliki rencana emisi terbesar yakni Rp6,30 triliun dari 3 perusahaan, lalu multifinance, serta sektor kosntruksi dengan rencana emisi Rp5,50 trilun dari 3 perusahaan," ujarnya.

Selanjutnya terdapat sektor industri bubur kertas dan tisu dengan nilai Rp4,30 triliun dari 1 perusahaan, sektor properti Rp2,75 triliun dari 4 perusahaan serta sektor bandara Rp2,73 triliun dari 1 perusahaan.

"Untuk jenis institusi dan besaran nilai emisi, perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dan entitas anaknya memlikiki rencana emisi lebih besar yakni Rp23,13 triliun dari 16 perusahaan, sedangkan non-BUMN rencananya Rp22,14 triliun dari 23 perusahaan," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini