Pegadaian lebih pilih "percantik diri" saat ini ketimbang IPO

Risbiani Fardaniah

PT Pegadaian (Persero) memilih untuk "mempercantik diri" dengan berbagai program saat ini dibanding melakukan penawaran saham perdana atau IPO, sehingga kelak bisa mendapatkan harga penawaran yang lebih tinggi.

"Kita sedang mempercantik diri agar ketika dilepas, maka harga yang ditawarkan bisa tinggi," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa saat ini sudah banyak investor yang mengantre untuk membeli saham Pegadaian. Namun, perusahaan lebih memilih menguatkan berbagai program agar bisa membuat investor lebih tertarik.

"Program yang dikembangkan di antaranya adalah saham emas, digitalisasi, dan lainnya yang mendukung usaha, termasuk dari anak perusahaan," katanya.

PT Pegadaian (Persero) mencatatkan kinerja sepanjang 2019 dengan meraup laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun atau tumbuh 12 persen dan membukukan outstanding pembiayaan (OSL) sebesar Rp 50,4 triliun atau tumbuh 23,3 persen di atas rata rata industri nasional.

“Banyaknya kolaborasi dan sinergi dengan ratusan mitra dari BUMN, swasta, perguruan tinggi dan berbagai organisasi selama 2019 mendorong penambahan jumlah nasabah Pegadaian dari 10,64 juta di tahun 2018 menjadi 13,86 juta di tahun 2019 naik 3,2 juta,” jelas Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto.

Baca juga: Fokus bisnis gadai, laba bersih Pegadaian tembus Rp3,1 triliun