Pegang Tongkat Presidensi G20, Indonesia Bawa Tema Recover Together, Recover Stronger

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dalam pidato penerimaan Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20 di Roma pada Minggu (31/11), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan selamat dan sukses atas keberhasilan Italia yang telah menjalankan presidensi G20 di 2021. Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia merasa terhormat untuk meneruskan presidensi G20 pada 2022.

"Presidensi G20 di Indonesia akan mendorong upaya bersama pemulihan ekonomi dunia dengan tema Recover Together, Recover Stronger," tutur Jokowi dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (1/11/2021).

Jokowi pun menyatakan komitmen utama kepemimpinan Indonesia di G20, yaitu tentang pertumbuhan yang inklusif, yang people centered, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Upaya tersebut, menurut Jokowi, harus dilakukan dengan cara luar biasa, terutama melalui kolaborasi dunia yang lebih kokoh dan inovasi yang tiada henti.

"G20 harus menjadi motor pengembangan ekosistem yang mendorong kolaborasi inovasi ini, hal ini yang harus terus kita perdalam dalam pertemuan-pertemuan ke depan," ujarnya.

"Kami akan menjamu Yang Mulia, Bapak-Ibu, di hamparan pantai Bali yang indah, yang menginspirasi gagasan-gagasan inovatif untuk produktivitas G20 ke depan," demikian pernyataan Jokowi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ketahui Apa Itu G20

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi KTT G20 yang membahas soal ekonomi dan kesehatan global di La Nuvola, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021). (Foto: Sekretariat Negara)
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi KTT G20 yang membahas soal ekonomi dan kesehatan global di La Nuvola, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021). (Foto: Sekretariat Negara)

Pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia terpilih menjadi presidensi atau tuan rumah untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) atau KTT G20 pada 2022.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia memastikan terwujudnya diskusi permasalahan krusial dunia sekaligus berupaya mendapatkan solusinya.

“Dalam sejarahnya, G20 memang berkontribusi menangani masalah ekonomi berbagai wilayah di dunia. Forum ini menjadi forum yang sangat efektif menyelesaikan permasalahan global seperti krisis keuangan yang dimotori oleh negara-negara perekonomian terbesar di dunia," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu melansir dari keterangan tertulis, Senin (1/11/2021).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menghadiri KTT G20 di Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021). Fokus permasalahan yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah COVID-19 dan perubahan iklim.

Lalu, apa itu G20?

Melansir dari laman Sherpa G20 Indonesia, G20 adalah kelompok informal yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa, serta pewakilan dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB).

Lebih lanjut, G20 menjadi forum ekonomi utama dunia yang mewakili sekitar 65 persen penduduk dunia, 79 persen perdagangan global, dan 85 persen perekonomian dunia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel