Pegawai Balai Kota Jakarta keluar gedung akibat gempa magnitudo 5,6

Pegawai di Balai Kota Jakarta berhamburan keluar gedung akibat gempa dengan magnitudo 5,6 yang terjadi sekitar 10 kilometer barat daya Cianjur, Jawa Barat, dan terasa di Ibu Kota.

"Dimohon tetap tenang," demikian pengumuman petugas melalui pengeras suara di Balai Kota Jakarta, Senin.

Namun, pengumuman dengan pengeras suara itu disampaikan sekitar lima menit setelah getaran gempa dan karyawan berhamburan keluar gedung.

Sejumlah pegawai kemudian berkumpul dan memadati sejumlah ruang terbuka di halaman utama kantor Balai Kota Jakarta dan beberapa titik kumpul lain.

Petugas pengamanan internal Balai Kota Jakarta kemudian melakukan pengecekan ke beberapa gedung untuk memastikan tidak ada kerusakan yang timbul akibat gempa tersebut.

"Saya dari lantai 18 turun menggunakan tangga darurat, lumayan lelah," kata Ricki, salah satu pegawai yang bertugas di gedung Blok G memiliki lantai 23.

Baca juga: Pegawai Dinas LH DKI panik berhamburan keluar saat gempa 5,6 M

Baca juga: Gulkarmat Jakarta Selatan simulasi gempa dan kebakaran di Pesanggrahan

Beberapa pegawai yang sedang memeriksakan kesehatan di Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai di lingkungan Balai Kota Jakarta juga berhamburan keluar gedung, mencari ruang terbuka.

Beberapa staf di Balai Kota Jakarta juga masih melanjutkan sisa pekerjaan mereka di halaman depan menggunakan laptop. Ada juga beberapa pegawai yang turun dari gedung sembari membawa tas ransel.

Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang sekitar 10 kilometer barat daya Cianjur, Jawa Barat sekitar pukul 13.21 WIB.

Gempa berlokasi pada 6.84 Lintang Selatan dan 107.05 Bujur Timur dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Adapun jarak episentrum gempa ke Jakarta mencapai sekitar 78 kilometer. BMKG menyebutkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.