Pegawai BPN Terlibat Mafia Tanah, Menteri Hadi Tjahjanto: Proses Hukum dan Pecat

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto menegaskan tak segan-segan akan mencopot anak buah terbukti melakukan pelanggaran. Ancaman itu dilontarkan Hadi menyusul pejabat BPN berinisial PS ditangkap penyidik Polda Metro Jaya di Depok, Jawa Barat, pada Selasa (12/7) malam, diduga terkait dari sindikat mafia tanah.

"Saya memerintahkan Irjen di ATR BPN untuk mengawal sistem dan kinerja pegawai di lingkungan ATR/BPN. Apabila terjadi pelanggaran saya tidak akan segan-segan mencopot, proses hukum dan pecat," kata Hadi kepada wartawan, Senin (18/7).

Hadi meminta pegawai BPN tetap beri pelayanan maksimal tanpa takut melaporkan pegawai melakukan pelanggaran. "Saya harapkan tidak ada lagi masuk angin. Tingkatkan pelayanan, tetap semangat, tidak perlu ragu atau takut sesuai ketentuan," sambungnya.

Mantan Panglima TNI ini ingin agar pegawai BPN dapat bekerja dengan baik dan profesional serta ikhlas. Tak hanya itu, Hadi juga ingin agar segala tugas yang dijalaninya itu sebagai ladang ibadah.

"Yakinkan bahwa saya juga akan melindungi dan membela jajaran saya jika mereka telah melakukan sesuatu sesuai ketentuan," ujar Hadi.

Satu Pegawai BPN Terlibat Sindikat Mafia Tanah Ditangkap

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap seorang pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) diduga terkait dari sindikat mafia tanah. Pejabat inisial PS ditangkap di Depok, pada Selasa (12/7) malam.

"Benar, Saudara PS yang merupakan salah satu pejabat di BPN kota Jakarta telah kami tangkap di Depok. Rencananya masih ada lagi tersangka lainnya yang notabene juga merupakan Pejabat BPN, yang akan segera kami lakukan penangkapan kembali," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

Hengki mengungkapkan, perkara ini sangat menarik dan sangat memperihatinkan. Karena, modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka ini tergolong baru dan belum pernah terungkap sebelumnya di daerah manapun. Bahkan disinyalir telah menimbulkan banyak korban.

"Diperoleh informasi bahwa sudah hampir 1 bulan ini, penyidik Subdit Harda bekerja keras dalam mengungkap perkara yang disinyalir melibatkan banyak pegawai BPN sebagai pelakunya disamping ada juga Pegawai ASN dari instansi lainnya yang terlibat. Bahkan berperan sebagai aktor intelektual yang bekerja sama dengan funder (pendana)," sambungnya.

Sementara itu, Kasubdit Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi menyebut, PS yang ditangkap itu menjabat sebagai Ketua Adjudikasi PTSL di salah satu Kantor BPN di Jakarta.

"Benar bahwa penyidik Subdit Harda Ditreskrimum PMJ semalam telah menangkap tersangka PS yang pada saat melakukan tindak pidananya, tersangka menjabat sebagai Ketua Adjudikasi PTSL di salah satu kantor BPN di wilayah kita Jakarta. Penangkapan yang dipimpin oleh Kanit 1 AKP Mulya Adhimara tersebut berjalan lancar dan tanpa kendala apapun," ujar Petrus. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel