Pegawai Honorer Kepergok Mesum, BKD Jateng Bakal Diputus Kontrak

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, bakal memberikan sanksi pemutusan hubungan kontrak kepada dua pegawai honorer yang kepergok mesum di dalam mobil di Kawasan Pantai Marina. Kedua orang itu bekerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Jateng.

"Betul mereka berdua pegawai kontrak. Kalau dia menjelekkan instansi bisa langsung pemutusan hubungan kerja tidak masalah. Besok saya dipanggil SKPD untuk membahas perkara ini," kata kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Wisnu Zaroh saat dikonfirmasi, Selasa (13/9).

Dia menyebut pihaknya sudah mengetahui kasusnya dua pegawai honorer yang ditangani Polrestabes Semarang. Perkara itu sudah diketahui oleh suami AR, dan akan diselesaikan secara kekeluargaan. Sedangkan GC masih lajang.

"Saat ini telah ditangani keluarga. Itu memang ada aduan dari suaminya si perempuan," ungkapnya.

Menurutnya, nasib karir kedua pasangan mesum tersebut berada di tangan kepala SKPD. Kedua pasangan mesum tersebut telah menjadi pegawai honorer dipastikan lebih dari satu tahun.

"Kontrak honorer hanya 11 bulan jadi kalau diputus ya tidak masalah," pungkasnya.

Sebelumnya dua pegawai honorer Pemprov Jateng kepergok sedang asyik mesum di dalam mobil yang terpakir di kawasan Pantai Marina, Semarang. Mereka AR (26) dan CG (32) diamankan polisi saat menggelar patroli didapati setengah telanjang sedang berbuat asusila.

"Dua pelaku ini pegawai Pemprov masih muda. Mereka kita amankan karena melakukan hal tak senonoh dalam mobil, yang mana selama ini dikenal dengan istilah mobil goyang," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Selasa (13/9).

Kejadian itu pertama kali diketahui ketika polisi sedang berpatroli di Jalan Marina Raya, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Senin (12/9) pukul 12.55 wib. Petugas yang mencurigai gelagat yang aneh di dalam mobil Jazz tersebut langsung di datangi.

"Kita dekati dua orang itu sedang dalam kondisi setengah telanjang di dalam mobil. Mereka juga merekam dokumentasi video," ungkapnya. [ded]