Pegawai Pajak Penerima Suap akan Dipecat

Jakarta (ANTARA) - Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan yang kedapatan menerima suap dan ditangkap oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi akan dipecat.

"Pasti dipecat mulai besok," kata Direktur Jenderal Fuad Rahmany yang datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta pada pukul 19.50 WIB, Rabu.

Hal itu ia ungkapkan menyusul tertangkapnya dua pegawai di Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Wilayah Jakarta Timur pada hari itu.

Namun Fuad menolak untuk berkomentar lebih jauh mengenai penangkapan tersebut.

"Nanti ada konferensi pers bersama, jadi tunggu saja, jangan sekarang supaya bersama KPK," ungkap Fuad singkat.

Kronologi penangkapan keduanya adalah pada Selasa (14/5) malam, pemeriksa pajak golongan IIID MDI (Mohammad Dian Irwan Nuqishira) membawa mobil Toyota Avanza warna hitam dan memarkirnya di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

"Kemudian kunci mobil diberikan kepada orang yang kami duga sebagai kurir, setelah itu mereka pergi," ungkap Johan.

KPK menduga setelah kunci diserahkan kepada kurir yaitu T (Teddy), ke dalam mobil itu dimasukkan uang 300 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp2,34 miliar dengan kurs Rp7.800 per dolar Singapura.

"Paginya MDI dan pegawai pemeriksa pajak ED (Eko Darmayanto) mendatangi ke parkiran dan di sana juga sudah ada T yang kemudian kami tangkap bersama dengan uang 300 dolar Singapura yang untuk sementara diduga terkait dengan ada wajib pajak perusahaan berinisial The MS (Master Steel)," jelas Johan.

Uang itu berasal dari E (Effendi) yang merupakan pegawai perusahaan The MS yang bergerak di bidang baja.

Pemberian uang tersebut diduga bukanlah kali pertama bagi PT MS.

"Dugaannya, cara ini sudah pernah dilakukan sebelumnya dengan perusahaan yang sama," tambah Johan.

E kemudian ditangkap KPK di daerah Kelapa Gading Jakarta Utara.

Keempat terperiksa tersebut sudah berada di gedung KPK Jakarta dan masih diperiksa.

Pada 9 Maret KPK juga menangkap tangan penyidik pegawai negeri sipil di DJP Pusat Jakarta golongan IVB yaitu Pargono Riyadi karena diduga memeras pengusaha otomotif Asep Hendro. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.