Pegiat: Generasi muda Indonesia miliki literasi kebangsaan yang kuat

Pegiat literasi Andreas Tambah mengatakan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, pemuda-pemudi Indonesia harus memiliki literasi kebangsaan yang kuat sebagai landasan menghadapi berbagai tantangan global dan persaingan dunia internasional.

"Sebab dengan memiliki literasi yang kuat terhadap bangsanya sendiri bagaimana sejarah Indonesia mulai merdeka hingga sekarang ini, ini harus dipahami betul, nantinya itu menjadi suatu landasan bagi anak-anak muda ke depan harus bagaimana," kata Andreas saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Mantan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pendidikan itu mengatakan, literasi kebangsaan harus ditanamkan sejak dini pada generasi muda, dan diperkuat di sektor pendidikan sehingga generasi muda harus terus mengingat jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Andreas menuturkan pemuda-pemudi Indonesia harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keanekaragaman budaya, suku dan bangsa di Indonesia dan tetap memiliki kecintaan kepada Tanah Air di tengah dinamika global dan perubahan zaman.

Baca juga: Pj Gubernur: Literasi sejarah penting bagi generasi muda

Baca juga: Museum Aceh hadirkan literasi sejarah tingkatkan peran generasi muda

Menurut Andreas, dalam menyongsong masa depan, pemuda-pemudi Indonesia tidak hanya memperkuat literasi kebangsaannya tapi juga meningkatkan kapasitas dan keterampilannya sehingga bisa berdaya saing dalam persaingan global.

"Tantangan kehidupan untuk anak muda dan persaingan dunia internasional juga memang sangat kuat. Dalam situasi seperti itu, anak muda sekarang ini tidak bisa santai memang harus betul-betul kerja keras," ujarnya.

Melalui sektor pendidikan, generasi muda juga dibekali untuk semakin meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta membentuk karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk menjaga kesatuan Negara Republik Indonesia dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Ia berharap generasi muda Indonesia di seluruh wilayah Indonesia hingga pelosok Tanah Air dapat menikmati akses pendidikan untuk terus membekali diri, mengasah kemampuan dan meningkatkan potensi diri sehingga mampu bersaing dan membawa perubahan dan kemajuan bagi bangsa Indonesia.

Baca juga: Seri monolog "Di Tepi Sejarah" dekatkan generasi muda dengan literasi

Baca juga: Wantim MUI ingatkan pentingnya literasi sejarah bangsa

Baca juga: Aktivis: Literasi keberagamaan merupakan langkah melawan radikalisme