Pegiat literasi dorong remaja untuk eksplorasi bacaan sesuai minat

Ketua Umum Perkumpulan Literasi Indonesia Wien Muldian mendorong para remaja untuk memperbarui keterampilan membaca ke tingkat lebih lanjut dengan mengeksplorasi sesuai dengan minat masing-masing.

“Saat ini kita perlu mengajak orang untuk membaca sesuatu yang memang menjadi minatnya, itu yang harus dikembangkan dalam gerakan literasi saat ini. Itu harus diarahkan kepada remaja untuk mereka menemukan bacaan kesukaannya dan akhirnya bisa membangun kapasitas hidupnya,” kata dia melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu.

Ia menilai saat ini remaja sebenarnya sudah cakap mengolah pengetahuan namun biasanya masih untuk kebutuhan informasi yang bersifat instan.

Di masa sekarang, menurut Wien, seharusnya setiap remaja menjadikan pengetahuan tertentu menjadi bagian dari dirinya, berangkat dari minat dan hobi.

“Kecenderungan itu yang mungkin saat ini belum dioptimalkan. Jadi orang lebih ke ada peristiwa apa, baru dicari informasinya, baru baca. Itu belum menemukan yang sifatnya spesifik dengan dirinya, masih general, masih mencari pengetahuan apa saja dan masih membaca apa saja,” katanya.

Baca juga: Masyarakat butuh literasi digital untuk optimalkan manfaat internet

Wien mengatakan saatnya sekarang seseorang membaca sesuatu yang bisa meningkatkan kapasitas hidupnya.

Salah kaprah pandangan umum, ujar dia, mendefinisikan literasi sebagai kegiatan membaca saja.

Lebih dari itu, ia mengatakan literasi merupakan tindak lanjut dari kegiatan membaca, yaitu keterampilan seseorang dalam mengelola pengetahuan hingga akhirnya pengetahuan itu terus dipraktikkan dalam keseharian.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam mengarahkan dan menindaklanjuti kegiatan membaca yang dilakukan remaja di sekolah.

Ia menganjurkan para guru tak sekadar menilai kuantitas buku yang dibaca siswa, melainkan yang terpenting mengajak mereka untuk memahami sebuah buku dengan mendalam.

“Saat ini siapa pun yang dekat para remaja, bangun kesadaran untuk bagaimana mereka memiliki pengetahuan dengan membaca yang benar-benar dia membaca karena minatnya. Dengan minatnya itulah akhirnya dia bisa meningkatkan kualitas hidupnya, meningkatkan kompetensinya untuk menjalani kehidupannya, termasuk untuk masuk ke dunia kerja,” katanya.

Baca juga: Manfaat perpustakaan digital untuk dunia akademik
Baca juga: Psikolog ungkap segudang manfaat psikologis dari keterampilan literasi