Pegiat pro-demokrasi Hong Kong ajukan banding terhadap hukuman sementara protes lain membayang

Hong Kong (Reuters) - Seorang pegiat pro-demokrasi Hong Kong yang dipenjarakan selama enam tahun karena membuat kerusuhan pada 2016 tampil di pengadilan pada Rabu untuk mengajukan banding terhadap hukumannya, sementara protes anti-pemerintah tidak memperlihatkan tanda mereda kendati ada hukum darurat baru dan penangkapan luas.

Edward Leung (27), salah seorang pemimpin gerakan yang menganjurkan kemerdekaan dari China, dan dua pegiat lain menerima hukuman paling keras yang dijatuhkan atas pemimpin pro-demokrasi sejak kota tersebut kembali kepada kekuasaan China pada 1997.

Ratusan pendukung Leung berkumpul di luar gedung Mahkamah Tinggi di kota tersebut dan memenuhi ruang pengadilan pada Rabu, banyak mengenakan masker hitam dalam pembangkangan atas masker wajah yang diberlakukan oleh pemerintah pada Jumat (4/10) berdasarkan hukum darurat era-kolonial.

Proses dengar pendapat Leung menjadi titik api paling akhir buat pemrotes anti-pemerintah yang telah menggelar empat bulan demonstrasi, sebagian besar dan rusuh, terhadap pemimpi administrasi Carrie Lam.

Lam tidak mengesampingkan untuk meminta bantuan Beijing dalam pernyataan pada Selasa (8/10), saat pusat keuangan Asia tersebut berjuang untuk menangani protes yang merusak ekonominya.

Bekas koloni Inggris itu masih belum pulih setelah akhir pekan panjang protes rusuh yang membawa kota tersebut kemacetan nyata, dengan penutupan yang tak pernah terjadi sebelumnya atas sistem kereta metro, toko, ATM, dan bank China Daratan.

Apa yang dimulai sebagai penentangan terhadap rancangan undang-undang ekstradisi --yang sekarang dicabut-- menjadi gerakan pro-demokrasi untuk menentang apa yang dipandang sebagai pengetatan cengkeraman Beijing atas kota itu, yang pemrotes katakan merusak formula "satu negara, dua sistem" yang dijanjikan ketika Hong Kong dikembalikan kepada kekuasaan China.

China menepis tuduhan semacam itu, dan mengatakan pemerintah asing, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, telah mengobarkan sentimen anti-China.

Pemrotes menimbulkan tantangan terbesar rakyat bagi Presiden China Xi Jinping sejak ia memangku jabatan pada 2012 dan adalah krisis politik terburuk di Hong Kong sejak penyerahannya pada 1997.

Antrian panjang pelaju

Operator metro di kota tersebut, MTR Corp <00666.HK>, yang membawa sebanyak lima juta penumpang per hari, pada Rabu mengatakan beberapa stasiun akan tetap ditutup akibat kerusakan dan operator itu akan menutup layanan lebih dini lagi pada 20.00 waktu setempat (19.00 WIB), lebih dari empat jam lebih dini daripada normal.

Penutupan sebagian stasiun pada Rabu mengakibatkan antrian panjang orang yang menunggu bus ulang-alik selama jam sibuk pagi hari, dan sebagian orang memilih untuk berjalan berkilo-kilometer ke stasiun terdekat.

MTR Corp dipaksa menutup setelah serangan pembakaran pada Jumat malam (4/10), tindakan yang tak pernah terjadi sebelumnya yang melumpuhkan sebagian angkutan umum. Hanya ada sebagian operasi selama akhir pekan dan layanan terbatas sampai awal pekan depan.

Ekonomi Hong Kong telah mengalami pukulan keras oleh protes tersebut, dan banyak tempat usaha serta toko berulangkali tutup saat pusat keuangan Asia itu menghadapi resesi pertamanya dalam satu dasawarsa.

Lam pada Selasa (8/10) memperingatkan kegiatan usaha di kota tersebut menghadapi "musim dingin parah", sementara juru bicara polisi mengatakan lebih dari 200 toko dan tempat layanan umum telah rusak sejak bentrokan rusuh pada Jumat.

Lebih dari 100 restoran telah tutup selama satu bulan belakangan ini, sehingga sebanyak 2.000 orang kehilangan pekerjaan, kata seorang wakil dari perhimpunan profesional kuliner kepada lembaga penyiaran umum RTHK pada Rabu.

Pemerintah telah menggambarkan pemrotes sebagai "pegiat militan" tapi banyak warga Hong Kong juga marah dengan hukum darurat, karena khawatir hak asasi mereka dapat terkikis.

Lebih dari 2.300 orang telah ditangkap sejak Juni, sementara dua remaja telah ditembak dan cedera dalam bentrokan dengan polisi. Banyak orang, termasuk polisi, telah cedera.

Kepekaan politik yang terlibat telah disoroti oleh pertikaian yang meningkat setelah seorang offisial tim US National Basketball Association (NBA), Houston Rockets, mendukung protes tersebut.

Orang yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden AS dan mantan ibu negara Hillary Clinton dan Komisaris NBA Adam Silver, keduanya, menceburkan diri dalam kontroversi itu, sehingga mengundang kemarahan media negara China.

Hillary mengatakan di akun resmi Twitternya pada Rabu, "Setiap orang Amerika memiliki hak untuk menyuarakan dukungan mereka buat demokrasi dan hak asasi manusia bagi Hong Kong. Titik!"

Silver berbicara bagi kebebasan berbicara, dan mengatakan tersebut NBA untuk mengatur apa yang dikatakan pemilik tim, pegawai dan pemain. Media negara China menanggapi pada Rabu dengan menuduh NBA mensahkan kerusuhan dan menelusuri "impian yang tak mungkin terwujud".

Dalam kasus terpisah, seorang pemain daring terkenal dari Hong Kong yang memperlihatkan dukungan buat protes tersebut disingkirkan dari turnamen internasional tempat ia menang, dan memaksa dia melupakan uang hadiah yang dilaporkan media berjumlah 10.000 dolar AS.

Blizzard Entertainment, melalui mereka dagang mereka Hearthstone, mengatakan pemain itu yang diidentifikasi sebagai "Blitzchung" telah melanggar peraturan dan takkan diperkenankan bermain di setiap permainan esport Hearthstone selama 12 bulan ke depan.