Pegolf nomor satu dunia Dustin Johnson percaya diri jelang tantangan Masters

·Bacaan 3 menit

Augusta (AFP) - Pegolf nomor satu dunia Dustin Johnson, runner-up dalam tiga dari enam turnamen golf utama terakhir, memasuki Masters ke-84 dengan kepercayaan diri berkat putting yang lebih baik dan konsistensi lebih besar dalam kemampuannya dalam memukul.

Pegolf Amerika berusia 36 tahun yang terkenal berkat keterampilan long drive-nya dan sikapnya yang lembut, memenangkan Tour Championship pada September dan meraih penghargaan Pemain Terbaik PGA setelah menyabet tiga gelar setelah jeda Covid-19 berakhir Juni.

Dia finis urutan kedua dalam PGA Championship pada Agustus, menempati urutan keenam dalam AS Terbuka pada September di Winged Foot dan menjadi runner-up di Houston pekan lalu sehingga membangun kepercayaan diri untuk memburu gelar turnamen utama kedua dan jaket hijau pertamanya.

"Melewatkan tahun yang hebat dan finis bagus pekan lalu. Mendapat kepercayaan diri yang tinggi dalam permainan," kata Johnson, Selasa.

"Saya merasa seperti bermain bagus sekali. Mungkin ini yang terbaik yang pernah saya mainkan dalam karir saya, tetapi yang ini lebih konsisten - bentuk pukulan saya, flight saya dan pengendalian jarak saya."

Johnson telah melatih short game dan putting-nya yang merupakan dua aspek penting untuk pemenang mana pun atas green bergelombang di Augusta National.

"Saya sudah berusaha keras untuk bisa mengontrol jarak saya dengan wedge, jadi saat ini sudah sangat konsisten," kata Johnson. "Saya senang pada posisi di mana lomba berada."

Johnson membandingkannya dengan 2017 ketika dia menjadi favorit Masters tetapi terpeleset dan jatuh di tangga sebuah rumah kontrakan di Augusta dan punggungnya terluka sehingga memaksa dia mundur.

"Ini sungguh mirip," kata Johnson tentang bentuknya dulu dan sekarang. "Saya bermain bagus saat memasuki Masters. Setelah keluar dari tiga besar berturut-turut, saya menang. Lomba itu dalam performa yang sangat bagus."

Johnson mengoleksi 23 kemenangan tur tetapi hanya satu kali juara dari 19 kali masuk 10 besar turnamen-turnamen utama, yang terjadi pada AS Terbuka 2016. Dia tidak merasa terburu-buru oleh Father Time guna menambah total trofi utamanya.

"Saya ingin memenangkan gelar utama lebih banyak lagi. Saya ingin mendapatkan gelar kedua saya untuk kemudian menambahkannya. Saya hanya perlu terus menempatkan diri saya dalam situasi ini," kata Johnson.

"Saya masih punya banyak tahun lagi di depan saya, jadi saya tidak terlalu tegang oleh hal itu."

Sama seperti kebanyakan veteran Masters, dia belajar lebih banyak setiap tahun tentang Augusta National, lapangan yang sejak muda dia impikan untuk dijuarainya.

"Saya terus semakin baik dan semakin nyaman saat saya memainkannya," kata runner-up Masters 2019 itu.

Johnson mengatakan bahwa meskipun penampilannya tenang, emosinya bergejolak saat berlomba pada sembilan lubang terakhir Minggu nanti itu.

"Saya benar-benar bersemangat. Saya bisa merasakannya sampai akhir karena saya ingin menang. Itu sangat berarti bagi saya," kata dia.

"Saya tak tahu bagaimana menjelaskannya selain saya hanya benar-benar fokus kepada apa yang saya lakukan dan tidak terlalu fokus kepada hasil.

"Saya sudah cukup sering berada dalam situasi ini pada Minggu di turnamen-turnamen utama di mana saya bisa mendapatkan pengalaman itu dan tahu apa yang bakal terjadi."

"Sepanjang lomba ini tetap dalam bentuk yang baik, saya harap akan berada di sini Minggu dan berkesempatan menang."


js/