Pegulat Kaltim Aliansyah optimistis rebut medali emas keempat di PON

·Bacaan 2 menit

Pegulat Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Aliansyah mengaku optimistis dapat merebut medali emas dalam ajang PON XX Papua sebagai medali emas keempatnya pada pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Pegulat yang bermain di kelas 67 grego putra tersebut telah menyabet tiga medali emas di ajang PON sebelumnya, yakni PON 2008 di Kaltim, PON 2012 di Riau dan PON 2016 di Jawa Barat.

Dalam ajang Internasional, pria kelahiran Samarinda 26 September 19991 itu juga pernah menyabet medali emas pada SEA Games 2011 di Jakarta dan medali perak SEA Games 2009 di Laos.

"Persiapan PON tahun ini memang beda dengan PON sebelumnya karena kondisi pandemi COVID-19, sehingga tidak ada program latih tanding, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, namun kondisi yang sama juga dirasakan oleh tim daerah lain, makanya saya tetap optimistis bisa meraih medali emas keempat saya di ajang PON nanti," kata Aliansyah di Samarinda, Sabtu.

Pria yang akrab disapa Bagong itu pun menuturkan program latihan tim gulat Kaltim saat ini telah memasuki fase terberat, yakni persiapan menuju pertandingan.

"Program latihan lebih intensif dengan melaksanakan simulasi pertandingan, setiap hari ada latihan matras, yakni para pegulat bertarung dengan sparing partner layaknya pertandingan," tutur ayah dari Muhammad Parvais Artali itu.

Baca juga: KONI Kaltim: atlet jalani "try out" di dalam negeri jelang PON Papua
Baca juga: KONI Kaltim distribusikan peralatan latihan tanding atlet untuk PON

Selain itu, sambung dia, memasuki fase akhir program latihan, para pegulat juga sudah mulai diinstruksikan oleh pelatih agar menjaga berat badan sekaligus kesehatan sehingga terbebas dari virus corona.

"Untuk berat badan, Alhamdulilah saya tidak over, saat ini berat badan saya 66 kg, kondisi fisik inilah yang perlu saya pertahankan hingga menjelang pertandingan," ujar suami dari Yulia Sari itu.

Lebih lanjut, ia pun mengaku sudah melaksanakan vaksinasi COVID-19 dua kali, yang merupakan syarat wajib bagi seluruh atlet yang akan bertanding di PON Papua.

"Saya juga berusaha menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar selalu sehat dan terbebas dari COVID-19," ungkap Bagong.

Sementara itu, mengenai rival terberat, ia menilai pegulat Jawa Timur Arip Suro bakal menjadi pesaingnya di PON Papua nanti.

"Pada ajang Pra PON kemarin, saya memang bisa mengalahkannya (Arip Suro), namun demikian saya mengakui dia petarung yang ulet dan sulit ditaklukkan," tegas Bagong.

Baca juga: Atlet gulat Jambi diharapkan raih medali di PON XX Papua
Baca juga: Pegulat Kalsel digeber latihan demi sukses di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel