Pejabat Babel Doyan ke Luar Negeri

Laporan Wartawan Bangka Pos, Teddy Malaka

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Disaat pembangunan di Bangka Belitung masih terseok- seok, para pejabat terutama eksekutif tanpa banyak diketahui publik sering 'pelesir' ke luar negeri.

Dalihnya macam©macam mulai dari studi banding hingga mencari investor, tapi hasilnya banyak yang nol. Puluhan miliar anggaran negara yang sebagian diperoleh dari pajak rakyat ludes tak berbekas.

Kunjungan kerja ke luar negeri para eksekutif itu, menggunakan fasilitas negara melalui APBD. Pada tahun 2011 ini saja tercatat sudah beberapa kali para pejabat melakukan kunjungan ke luar negeri.

Mereka ada yang ke Turki, Abu Dhabi, Arab Saudi, Jepang, Thailand bahkan Belanda.

Anggota Komisi IV DPRD Bangka Belitung Ridwan Thalib mengkritik para pejabat eksekutif yang terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat.

Apalagi kata Ridwan, kunker tersebut tidak jelas hasilnya. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai perilaku eksekutif itu perlu disoroti.

"Selama ini kunker ke luar negeri tak ada hasil. Perspektifnya selain menggunakan APBD, tak jelas output dari mereka itu," kata

Ridwan kepada bangkapos.com, pekan lalu. Mengingat seringnya pejabat di lingkungan Pemprov Babel pelesir ke luar negeri, Ridwan menegaskan penggunaan APBD mesti diperketat.

Tujuan dan manfaat dari kunjungan eksekutif ke luar negeri harus jelas. "Pemerintah, apa tujuannya, apa untuk menarik investor, tetapi mana hasilnya," ujarnya.

Begitu pula pertanggungjawaban penggunaan miliaran rupiah anggaran daerah untuk membiayai kunjungan eksekutif beserta rombongan.

Ridwan mencontohkan, sejumlah pejabat dan PNS Biro Kesra, Biro Hukum, Biro Agama, termasuk Wakil Gubernur pernah melakukan kunker ke Turki dan Arab Saudi memakan dana sekitar Rp 5 miliar.

Alasannya mencari investor untuk membangun Islamic Center Provinsi Babel.

"Tujuannya karena butuh sumbangan, menarik donatur, kenyataannya tak satupun yang membuahkan hasil dari perjalanan ke luar negeri itu," ungkap Ridwan.

Selain eksekutif, perjalanan ke luar negeri itu juga kerap mengikutsertakan wakil rakyat di daerah maupun pusat. Misalnya, kunker rombongan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemprov Babel bersama anggota DPD Noerhari Astuti juga menjadi sorotan.
Unsur pimpinan DPRD Babel juga diketahui pernah ikut rombongan eksekutif ke Belanda. Kunker ini disebut-sebut menghabiskan dana sekitar Rp 600 juta.

Tak hanya itu, pejabat Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Pemprov Babel pernah bolak-balik ke Malaysia dan Singapura, namun sampai saat ini belum terlihat apa dampaknya bagi kemajuan Babel terkait kunker tersebut.

"Dengan alasan untuk menarik turis asing, tapi hasilnya tidak bisa dipertanggungjawabkan," imbuh Ridwan. Tak kalah hebohnya, perjalanan rombongan Wagub dan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Babel ke Thailand. "Ke Thailand mau belajar cara mengatasi narkoba, tentunya tidak tepat," kata Ridwan.

Ridwan mengungkapkan Bupati Belitung misalnya melakukan kunjungan ke Jerman, Bupati Bangka Tengah ke Taiwan, sedangkan Walikota Pangkalpinang berkunjung ke Filipina.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.