Pejabat China sebut negara BRICS harus kerja sama ketahanan pangan

Negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) harus memperdalam kerja sama dalam hal ketahanan pangan dan pengurangan kemiskinan untuk berkontribusi pada ketahanan pangan global, kata Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan China Tang Renjian.

Tang menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri Pertemuan ke-12 Para Menteri Pertanian BRICS yang berlangsung beberapa waktu lalu via tautan video.

Guna mengatasi tantangan ketahanan pangan global, Tang meminta negara-negara BRICS untuk secara tegas menjaga sistem perdagangan multilateral dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai pusatnya, meningkatkan sinergi kebijakan perdagangan pertanian, serta lebih jauh memperluas kemitraan dengan kerja sama multilateral dan bilateral yang lebih kuat di bidang pertanian.

Pertemuan ini mengadopsi pernyataan bersama para menteri pertanian BRICS dan sebuah dokumen tentang strategi kerja sama ketahanan pangan BRICS. Pertemuan tersebut juga mengumumkan pembentukan forum tentang pengembangan urusan pertanian dan pedesaan negara-negara BRICS.

Meski menghadapi berbagai tantangan berat yang diakibatkan oleh COVID-19 dan bencana alam, China berhasil menjamin kecukupan pangan untuk lebih dari 1,4 miliar orang melalui berbagai upayanya sendiri, memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan global, kata Tang.

Mengusung tema kerja sama di bidang pertanian dan pedesaan antar negara-negara BRICS, pertemuan tahun ini berfokus pada topik-topik seperti ketahanan pangan global dan pengurangan kemiskinan.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel