Pejabat Kementerian PUPR tinjau Masjid Sheikh Al Zayed di Solo

Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI meninjau Masjid Sheikh Al Zayed menjelang peresmian yang rencananya dilakukan pada 17 November 2022.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR RI Diana Kusumastuti usai meninjau Masjid Sheikh Al Zayed di Solo, Jawa Tengah, Kamis mengatakan saat ini pengerjaan tinggal tahap penyempurnaan.

"Dirapi-rapiin aja. Kekurangannya ya nanti tinggal menunggu waktunya saja ya Mas Gibran," katanya merujuk ke Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Ia mengatakan nantinya untuk proses penyelesaian dikebut sehingga diharapkan saat peresmian bangunan masjid raya tersebut sudah benar-benar paripurna.

"Biar segera selesai nanti juga dipercantik, ditambah ijo-ijo (penghijauan). Biar kelihatan asri-lah," katanya.

Baca juga: Wali Kota Solo pastikan Masjid Sheikh Al Zayed segera buka untuk umum

Baca juga: Masjid Sheikh Al Zayed Solo siap tampung 10.000 anggota jamaah

Mengenai tempias atau percikan air hujan akibat angin atau arah air hujan yang kemungkinan terjadi di bagian selasar masjid, dikatakannya, sudah ada solusi dari Kementerian PUPR untuk mengantisipasinya, salah satunya dengan memberikan batas berupa kaca.

"Iya (pemberian kaca). Kami kan sudah diskusi juga (dengan Pemerintah Uni Emirat Arab sebagai penyandang dana pembangunan) dan boleh, itu jadi salah satu solusi. Kan kita beda ya dengan negara sana," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memastikan Masjid Sheikh Al Zayed yang akan diresmikan dalam waktu dekat dan segera dibuka untuk umum.

"Nanti diresmikan pada siang hari, setelah itu warga baru boleh masuk di jam Shalat Ashar, Maghrib dan seterusnya," katanya.

Meski demikian, selama proses peresmian warga dilarang untuk masuk mengingat adanya pembatasan kapasitas.

Untuk peresmian akan dilakukan pada tanggal 17 November oleh Presiden Joko Widodo dan Pangeran UEA Syekh Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan (MBZ). Oleh karena itu, pihaknya harus mengikuti protokol yang diterapkan oleh Pemerintah UEA.

Selain itu, direncanakan beberapa menteri dari Kabinet Indonesia Maju juga akan menghadiri acara peresmian tersebut.

Baca juga: Jelang peresmian, pembangunan Masjid Sheikh Al Zayed capai 90 persen

Baca juga: Gibran: Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed segera selesai