Pejabat Kota Makassar Sebut Digitalisasi Timbulkan Masa Jahiliyah Baru

Mohammad Arief Hidayat, Irfan
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyebut peranan mubalig atau pendakwah sangat efektif untuk menangkal berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.

Maka, kata Danny Pomanto, sapaan akrab pimpinan Kota Makassar itu, pembinaan mubalig juga sangat penting sekaligus keberadaan mereka diharapkan dapat menjawab isu yang kerap meresahkan di tengah masyarakat.

"Jelang bulan Ramadhan kita isi dengan kualitas pesan dakwah yang mendalam up to date untuk menangkal isu-isu yang meresahkan masyarakat," ujarnya melalui keterangan yang diterima VIVA, Rabu, 7 April 2021.

Danny menyampaikan hal itu saat berbicara di kegiatan pembinaan mubalig yang digelar Pemerintah Kota Makassar bekerja sama Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Muballigh Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) di Gedung IMMIM Jalan Jend. Sudirman Makassar.

Danny juga menitip tiga hal dalam menghadapi cobaan bencana yang melanda kota Makassar seperti adanya angin kencang, banjir serta pandemi COVID-19

"Kuncinya adalah doa. Pandemi kita harus lawan dengan membuat konsep digitalisasi program Makassar recover dan, terakhir, kita harus perkuat anak anak kita dengan akhlakul karimah serta menananamkan Alquran dalam kepalanya," ujar Danny.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Moh. Syarif mengatakan latar belakang digelarnya pembinaan mubalig karena adanya arus modernisasi yang begitu deras sehingga Pemerintah Kota dan IMMIM menggelar pembinaan mubalig dalam rangka memperkuat iman khususnya bagi generasi muda.

"Era digitalisasi saat ini sangat mengkhawatirkan, di mana generasi kita mengalami kemerosotan iman akibat derasnya arus modernisasi. Ini menimbulkan masa jahiliyah baru. Sebagai birokrat kita harus imbangi itu dengan terobosan seperti pembinaan mubalig seperti ini," katanya.