Pejabat PBB: Pembunuhan Jurnalis Aljazeera Shireen Abu Aqla Potensi Kejahatan Perang

Merdeka.com - Merdeka.com - Pembunuhan wartawati kenamaan Palestina Shireen Abu Aqla merupakan "potensi kejahatan perang", kata pejabat PBB pada Rabu (11/5).

Pelapor Khusus PBB untuk Palestina Francesca Albanese saat wawancara dengan Kantor Berita Anadolu mengatakan, kejahatan itu merupakan sebuah "pelanggaran serius hukum kemanusiaan internasional dan berpotensi menjadi kejahatan perang berdasarkan Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional."

Dilansir dari laman Antara mengutip Anadolu, Kamis (12/5), jurnalis veteran Abu Aqla termasuk reporter yang bergegas ke kota utara Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat untuk meliput penyerbuan militer Israel sebelum ditembak mati oleh pasukan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Albanese lantas menegaskan "kematian tragis Shireen Abu Aqla adalah serangan serius lain terhadap jurnalisme dan kebebasan berekspresi dan hak untuk hidup serta keselamatan di wilayah pendudukan Palestina."

"Kematian Abu Aqla harus diselidiki secara komprehensif, terbuka, teliti dan independen," katanya.

shireen abu akleh
shireen abu akleh

Albanese juga meminta kekerasan di wilayah pendudukan Palestina disetop. Dia menegaskan bahwa "ini adalah waktu yang tepat untuk menuntut agar pendudukan ilegal di Palestina dihilangkan".

Pada Rabu pagi stasiun TV Aljazeera menuding pasukan Israel sengaja menghabisi Abu Aqla "dengan darah dingin."

"Kami berjanji akan membawa pelakunya ke jalur hukum, tak peduli seberapa kuat mereka menutupi kejahatannya, dan mengadili mereka," kata jaringan TV yang berbasis di Doha, Qatar, tersebut.

Abu Aqla, perempuan kelahiran Yerusalem pada 1971, mendapat gelar BA jurnalistik dan media dari Universitas Yarmouk di Yordania. Dia juga memegang kewarganegaraan AS. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel